Pola Angin Hari Ini

Pola Angin Hari Ini

Climate4life - Pola Angin hari ini dapat diamati pada Gambar 1 di bawah ini, yang bersumber dari laman Bureau of Meteorologi (BOM). Diupdate dua kali sehari yaitu setiap pukul 00.00 UTC dan 12.00 UTC secara otomatis.


Gambar 1. Pola Angin Hari ini (sumber : BOM)


Konsep Angin dan Peta Pola Angin

Angin didefinisikan sebagai gerak udara nisbi atau relatif terhadap permukaan bumi pada arah horzontal [1]. Gaya penggerak angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua tempat, Gaya ini disebut juga gaya gradien tekanan. Angin akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Adanya gaya gesekan menyebabkan perbedaan kecepatan dan arah gerak angin. Gesekan terbesar terjadi dekat permukaan bumi. Sifat gaya gesekan ini sebagai berikut :
  • Makin kasar permukaan maka gesekan semakin besar.
  • Makin ke atas dari permukaan bumi maka efek gesekan makin kecil. Pada ketinggian di atas 1000 m efek gesekan dapat diabaikan.
  • Efek gesekan di atas lautan lebih kecil dibanding di atas daratan.
Hasil pengukuran angin dari stasiun-stasiun pemantau cuaca, jika dipetakan maka akan menampilkan pola pergerakan angin yang biasa disebut streamline. Dalam laman NOAA [2] disebutkan bahwa streamline adalah sebuah gambaran bidang angin permukaan, yang ditarik sejajar dengan arah angin. Kenampakan kondisi meteorologis yang terbentuk kemudian dianalis dan digambarkan ke dalam sebuah peta menggunakan simbol-simbol cuaca. Simbol-simbol cuaca yang biasa terdapat dalam sebuah streamline seperti tersaji pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Simbol cuaca dari NOAA
Simbol-simbol cuaca di atas memudahkan para prakirawan untuk membuat analisis adanya potensi cuaca buruk yang bisa saja terjadi pada suatu wilayah.

Menurut BOM [3] untuk menggambarkan pola cuaca pada kawasan tropis peta streamline lebih bermanfaat  dibanding peta isobar atau pola tekanan (Mean sea level pressure - MSLP). Peta MSLP lebih cocok untuk memprediksi arah dan kekuatan angin pada daerah lintang menengah dan tinggi, dimana pada daerah tropis gradien tekanan justru lemah dan seringnya tidak memberikan indikasi yang tepat atas kondisi angin yang sebenarnya. Solusinya, meteorologis kemudian menggambar pola angin berdasarkan aliran angin yang terjadi yang merepresentasikan arah angin yang berhembus dekat permukaan bumi. Garis-garis yang mengambarkan arah angin tersebut inilah yang disebut streamline.

Garis putus-putus pada peta pola angin pada Gambar 1 di atas, biasanya berwarna biru disebut isotach yaitu garis yang menghubungkan titik-titik yang memiliki kecepatan yang sama. Biasanya interval isotach berkisar 15 dan 30 knot.

Secara umum kecepatan angin akan bertambah menngikuti ketinggian. Tentunya agar kondisi angin ada tempta yang berbeda dapat dibandingkan, maka perlu ditetapkan suatu standar ketinggian yang sama dalam pengukuran angin permukaan. Peta pola angin di atas merupakan gambaran angin pada ketinggian sekitar 1000 m di atas permukaan bumi. Ketinggian ini paling menggambarkan aliran udara pada bagian bawah atmosfer tempat di atas lapisan yang terpengaruh gesekan pada permukaan bumi, bebas dari angin lokal dan pengaruh topografi permukaan. Angin pada permukaan dapat diestimasi melalui laju penurunan kecepatan angin dengan perkiraan 20% di atas lautan, 40 % di atas daratan dengan asumsi deviasi arahnya sekitar 10-30°. Caranya adalah jika kita berdiri sejajar arah angin, maka deviasa arah angin akan kanan jika tekanan rendah berada disebelah kanan kita dan sebaliknya.

Kaidah dalam peta pola angin, sistem tekanan rendah (Low - "L") dimana termasuk siklon tropis akan ditunjukkan sebagai pola sirkulasi ke dalam yang searah jarum jam pada bumi belahan utara (BBU) dan berlawanan jarum jam pada bumi belahan selatan (BBS).  Sirkulasi ke dalam artinya aliran massa udara bergerak masuk ke pusat tekanan rendah. Biasanya kondisi cauca menjadi banyak awan hingga hujan.

Pada sistem tekanan tinggi (High  - "H") ditunjukkan sebagai pola sirkulasi keluar dimana arah rotasinya  berlawanan dengan arah rotasi pada sistem tekanan rendah. Sirkulasi keluar menunjukan aliran angin yang berhembus keluar dari pusat tekanan tinggi yang akan membawa semua massa udara yang ada. Dampaknya adalah pada area tekanan tinggi cuacanya akan cerah. Satuan ukuran pada H ataupun L adalah dalam hektoPascal atau disingkat hPa.

Pada kawasan dekat ekuator, manakala perubahan arah angin yang mengalir dari satu belahan bumi ke belahan bumi yang lain maka akan memunculkan sirkulasi tertutup yang dinamakan Eddi dengan simbol "E". Sistem Eddi tidak ada kaitannya dengan sistem tekanan tinggi ataupun sistem tekanan rendah.


REFERENSI :
[1] Prawirowardoyo. 1996. Meteorologi