Iklim Qatar mengubah tradisi Piala Dunia Sepak Bola

Climate4life.info - Piala dunia 2018 di Rusia baru berlalu dengan Prancis sebagai juaranya, mengalahkan Kroasia di partai final. Selanjutnya piala dunia akan digelar empat tahun lagi di Qatar pada tahun 2022. Hal menarik pada piala dunia 2022 nanti adalah perubahan tradisi bulan pelaksanaan pertandingan piala dunia. Umumnya pertandingan piala dunia sebelum-sebelumnyanya dilaksanakan sekitar bulan Juni yang merupakan musim panas di Eropa atau negara-negara sub topis di belahan utara. Mempertimbangkan faktor iklim Qatar, tradisi piala dunia yang biasanya dilaksanakan setiap bulan Juni tersebut akan bergeser menjadi November-Desember 2022. Presiden FIFA telah mengumumkan bahwa piala dunia 2022 Qatar akan dilaksanakan pada tanggal 21 November - hingga 18 Desember 2022, sebagaimana dikutip dari laman cbssports.com. Keputusan FIFA mengenai piala 2022 mendapat protes dari banyak negara karena dianggap mengganggu jadwal liga sepak bola pada masing-masing negara. Liga-liga sepak bola di Eropa pada November dan Desember biasanya baru berjalan setengah musim. Dengan jadwal piala dunia 2022 tersebut, liga domestik di Eropa harus menjadwal ulang pelaksanaan liga mereka.

Piala dunia 2022 juga menjadi ajang untuk menarik wisatawan ke Qatar. Pemerintah Qatar menjanjikan fasilitas yang mewah dan canggih untuk perhelatan piala dunia 2022 seperti stadion-stadion yang dilengkapi dengan mesin pendingin hingga fan zone yang tersebar di seluruh kota lengkap dengan air minum gratis. Salah satu kecanggihan stadion untuk piala dunia 2022 Qatar adalah stadionnya yang bisa dibongkar pasang.

Bagaimana iklim Qatar sehingga mengubah tradisi Piala Dunia

Qatar adalah  salah negara kaya salah satu negara yang berada di Jazirah Arab, tepatnya di Teluk Persia. Bagian selatan Qatar merupakan satu-satunya bagian yang berbatasan darat dengan Arab Saudi, selebihnya batas wilayah Qatar di utara, timur dan barat adalah Teluk persia. Qatar yang sudah terkenal karena minyaknya menjadi lebih terkenal lagi karena menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Sukses terkenal menjadi tuan rumah piala dunia 2022,  Qatar menjadi lebih ramai diperbincangkan lagi  karena faktor iklim Qatar yang mengubah tradisi piala dunia. 

Sebagaimana negara arab lainnya, Qatar juga merupakan daerah padang pasir dan beriklim gurun, ditandai dengan suhu udara yang tinggi, kelembapan yang rendah serta curah hujan rendah yang hanya berkisar kurang dari 250 mm pertahun. Iklim Qatar dengan suhu udara yang tinggi inilah menjadi dasar FIFA mengubah tradisi pelaksanaan piala dunia. Sebagai perbandingan, mari kita amati kondisi iklim berupa normal suhu udara di Qatar, Rusia dan Brazil pada bulan Juni yang merupakan bulan tradisi pelaksanaan piala dunia. Piala dunia di Rusia sesuai tradisi piala dunia yaitu pada bulan Juni 2018. Demikian pula piala dunia di Brasil yang digelar pada Juni 1950, sesuai tradisi piala dunia.

Pola Iklim - Normal suhu udara bulan Juni saat Piala Dunia
Suhu udara setiap bulan Juni saat pelaksanaan piala Dunia

Grafik normal suhu udara di atas merupakan perbandingan kondisi iklim pada tiga negara di mana Rusia dan Brazil pernah menjadi tuan rumah piala dunia dan Qatar baru akan menjadi tuan rumah piala dunia 2022.  Data iklim di atas diperoleh dari NDC-NOAA, sesuai konsep normal iklim adalah data sepanjang 1981-2010. Sepintas saja terlihat iklim di Qatar, normal suhunya pada setiap bulan Juni baik suhu maksimum, suhu rata-rata ataupun suhu minimum jauh lebih tinggi di banding suhu udara di Rusia dan Brazil.  Suhu maksimum bulan Juni pada siang hari di Qatar mencapai 41 °C, di Rusia yang beriklim sub tropis hanya 21.9 °C. Adapun Brazil dengan iklim tropisnya, suhu maksimumnya hanya mencapai  25.9 °C. Suhu minimum atau suhu terdingin yang biasanya tercapai pada dini hari pada Juni di Qatar mencapai 29.0 °C masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan sekalipun dengan suhu maksimum di Rusia dan Brazil. 

Memperhatikan iklim Qatar pada musim panas bulan Juni yang sangat panas adalah wajar FIFA mengubah tradisi piala dunia pada 2022. Menurut FIFA dari laman Kompas, suhu panas sangat beresiko tinggi merusak kesehatan. Beberapa hal yang dapat terjadi jika berolah raga pada suhu panas antara lain dehidrasi, kram otot, pingsan bahkan mengalami heat stroke yaitu stroke karena suhu tubuh meningkat lebih dari 40 °C. 

Kapan Iklim Qatar yang nyaman  untuk piala  dunia?

Lalu mengapa FIFA mengubah kebiasaan piala dunia dengan menggeser menjadi bulan November dan Desember 2022 di Qatar ? Mari kita perhatikan pola iklim di Qatar berupa grafik normal suhu udara bulanan, yang diperoleh dari pengamatan cuaca dan iklim di Bandara Doha Qatar.

Pola Iklim - Normal suhu udara bulanan Qatar
Pola Iklim - Normal suhu udara bulanan di Qatar (1983-2010)
Berdasarkan grafik normal suhu udara di atas, nampak Juni dan Juli merupakan bulan dengan suhu terpanas di Qatar. Iklim di Qatar  baru akan terasa sejuk pada November dan Desember meski bulan terdinginnya adalah pada Januari. Suhu udara pada November dan Desember saat pelaksanaan piala dunia di Qatar akan berada di bawah  30 °C dengan rata-rata 20-25°C. Suhu udara ini nyaman untuk tubuh manusia secara umum dan untuk pemain sepak bola pada piala dunia 2022 di Qatar tersebut. Sangat wajar jika kemudian karena kondisi iklim Qatar ini maka tradisi piala dunia bergeser menjadi November dan Desember khusus untuk piala dunia 2022.


Jam pertandingan yang nyaman untuk piala dunia 2022 di Qatar

Jika melihat jadwal pertandingan saat piala dunia di Rusia, umumnya digelar mulai sore hari sekitar pukul 15.00 waktu Rusia. Bagaimana dengan piala dunia Qatar 2022. Perhatikan pola iklim Qatar berupa normal suhu udara setiap jam pada grafik di bawah ini.

Iklim - suhu udara perjam di Qatar saat piala dunia
Rata-rata suhu udara perjam di Qatar

Grafik di atas menyajikan pola iklim Qatar berupa normal suhu udara perjam pada setiap Juni, November dan Desember. Bulan Juni secara iklim sudah tidak memungkinkan untuk melakukan pertandingan pada dini hari sekalipun karena suhu terendah pada pukul 05.00 waktu Qatar  mencapai 32.4 °C. Pada November suhu udara yang nyaman setelah pukul 16.00 waktu setempat dan pada Desember mulai pukul 15.00 suhu udara sudah cukup nyaman untuk beraktivitas berat seperti bermain sepak bola.

Demikian sobat, dapat kita lihat bagaimana iklim Qatar dapat mengubah tradisi piala dunia. Semoga meski tradisi piala dunia berubah, kita tetap bisa menikmati permainan kelas dunia. Semoga juga ada dari sobat yang dapat berkunjung langsung ke Qatar menikmati iklimnya yang panas dan menikmati sajian pertandingan sepak bola akbar.
Salam.

Subscribe to receive free email updates:

12 Responses to " Iklim Qatar mengubah tradisi Piala Dunia Sepak Bola "

  1. hihih cuaca pun bisa mengubah jadwal piala dunia yaa,, semua ternyata ada perhitungannya ya kak, ga sekedar itung kancing belaka.. Emang semua nya ada ilmunyaaa yaaa biar semua acara lancar dan sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba. kalo gak kasian pemain bola dan penontonnya tersengat panas. Trims mba

      Hapus
  2. ya benar mas, saya baca piala dunia kali ini berubah jadwal.. Pastinya penyelenggara liga eropa pada pusing buat jadwal.. hehe..

    Tapi qatar memang sangat kaya,,
    kaya banget malah..

    fasilitas mewah pasti didapat pemain ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gmn yah cara dapat tiket gratis ke sana. bagi2 info bro biar kita bisa merasakan kemewahannya hehehe

      Hapus
  3. Wah November hingga Desember iklimnya mirip Di Batam Indonesia Ya😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum utara sumatera pada NDJ adalah suhu terpanas

      Hapus
  4. Keren yaa!!Qatar bakalan mendunia bangat nantinya, sekarang saja sudah jadi destinasi impian. Apalagi ada piala dunia nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih keren lagi kalo kita bisa nonton piala dunia 2022 langsung di sana mas. Aamiin

      Hapus
  5. Wah, sempet nggak percaya Brazil T-maxnya cuma 25.9 di bulan2 Piala Dunia, ternyata bener cuma segitu y, kirain lebih panas.

    Btw menarik nih ngabahas PD di Qatar, terlepas dari semua kontroversinya, penasaran liat cara2 unik Qatar buat 'ngademin' pengunjungnya nanti.

    Sekalian request boleh nggak mas, denger2 UEA mau bikin gunung buatan untuk meningkatkan curah hujan di negaranya. Implikasinya sama cuaca dan iklim daerah sekitanya gimana mas klo kyk gtu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah requestnya berat nih hehe. Saya coba buat nanti mba :)

      Hapus
  6. Negara dataran arab memang sudah ditebak suhunya. Bisa jadi bulan juni itu panas melebihi panasnya negara lain.
    Sebenarnya betul juga itu, jika jadwal piala dunia di rubah jadwalnya, otomatis juga akan mengganggu liga-liga negara lainnya.
    Qotar memang hebat, kaya. dan berani memberikan jaminan fasilitas mewahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims komennya om. Kalo dapat tiket ke sana jangan lupa ma saya yah :)

      Hapus

Terima kasih