Kalkulator Berbagai Ukuran Kelembapan Udara Berdasarkan Persamaan Clausius Clayperon

Climate4life.info - Kalkulator untuk menghitung kelembapan relatif, kelembapan absolut, kelembapan spesifik udara hingga tekanan uap air pada berdasarkan Persamaan Clausius Clayperon.




Persamaan Clausius Clayperon

Persamaan Clausius–Clapeyron juga disebut persamaan Clapeyron, persamaan Clapeyron–Clausius adalah persamaan diferensial yang menghubungkan tekanan suatu zat dengan suhu dalam sistem di mana dua fase zat berada dalam kesetimbangan.




Diferensialnya sebagai berikut:



Untuk kebutuhan praktis, digunakan pendekatan empiris sebagai berikut:






Tentang Kalkulator Berbagai Ukuran Kelembapan Udara

Kalkulator kelembapan udara ini mencakup semua ukuran keberadaan uap air di udara mulai dari tekanan uap air jenuh, tekanan uap air aktual, kelembapan relatif, kelembapan absolut, kelembapan spesifik, hinga ratio percampuran udara.

Rumus yang digunakan dalam kalkulator kelembapan udara udara ini didasarkan pada rumus awal Clausius Clayperon dan penurunan secara empiris dari berbagai literatur.

Pada kalkulator kelembapan udara ini juga sudah dilengkapi dengan kemampuan menghitung jika suhu udara berada di bawah nol derajat celcius.

Agar lebih lengkap, fungsi tekanan udara dapat menggunakan nilai standar atmosfer atau tekanan nyata sesuai pembacaan.




Ragam Ukuran Kelembapan Udara

Ada banyak cara untuk menyatakan keberadaan uap air dalam atmosfer, di mana masing-masing punya tujuan penggunaan atau penerapannya.


Kelembapan mutlak (a) atau juga densitas uap (𝛿v)

Merupakan ukuran jumlah aktual uap air dalam gram pada setiap 1 m³ kolom udara tanpa memandang tingkat suhu udara pada saat itu. 

Semakin tinggi jumlah uap air, semakin tinggi kelembaban absolut. 

Misalnya terdapat sekitar 15 gram uap air dapat ada dalam 1 volume meter kubik udara maka kita nyatakan bahwa kelembapan mutlak saat itu adalah 4 gr/m³.



Mixing ratio (r)

Merupakan perbandingan campuran antara massa uap air (Mv) dan massa udara kering (Md). 



Kelembapan Nisbi (RH)

Menyatakan prosentase perbandingan tekanan uap air (e) dan tekanan uap air jenuh (es) pada suhu yang sama. Disebut nisbi atau relatif, karena jika suhu udara berubah maka RH juga akan berubah.

RH tidak mencerminkan jumlah uap air, namun hanya menggambarkan seberapa dekat udara untuk mencapai titik jenuhnya.

Udara yang hangat lebih banyak mengandung uap air dibanding udara yang lebih dingin. Sehingga, pada tingkat kelembapan absolut yang sama, RH pada udara dingin lebih tinggi dibanding pada udara yang hangat dan sebaliknya.


Kelembapan Spesifik (q)

Menyatakan perbandingan berat uap air (Mv) dalam gram dengan berat udara lembab (M) dalam kilogram. Udara lembab merupakan total penjumlahan dari berat udara kering (Md) dan berat uap air (Mv)

Jika misalnya terdapat 4 gram uap air dalam 1 kilogram udara lembab, maka kelembapan spesifiknya  adalah 4 gr/Kg.



Suhu titik embun atau dew point (Td)

Didefinisikan sebagai suhu dimana udara basah menjadi jenuh jika didinginkan pada  tekanan konstan, tanpa ada penambahan dan pengurangan uap  air.

Td merupakan indikator yang baik tentang jumlah uap air dalam udara.

Td yang tinggi mengindikasi jumlah uap air yang tinggi dan sebaliknya Td rendah berarti rendah pula jumlah uap airnya. Penambahan uap air akan meningkatkan Td dan pengurangan uap air akan menurunkan Td.

Jika udara benar-benar jenuh pada tingkat tertentu, maka suhu titik embunnya sama akan dengan suhu udara sebenarnya, maka kelembaban relatifnya adalah 100 persen.




Dukung Kami
Jika menurut anda artikel ini bermanfaat, maukah mentraktir saya secangkir kopi?

Post a Comment

1 Comments

  1. Saya baru tahu ada kalkulator kelembaban udara. Membuat pemantauan cuaca bisa lebih mudah.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.