Link Akses Resmi Informasi Hotspot dan Sebaran Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Climate4life.info - Link Akses Resmi Informasi Hotspot dan Sebaran Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Bencana kebakaran hutan dan lahan serta asapnya yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan selalu berulang setiap tahun pada saat kemarau atau jeda hujan yang berujung pada kekeringan meteorologis terjadi.

Baca juga:


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak saja merusak pohon dan ekosistem hutan namun pastinya kerugian secara ekonomi yang mencapai trilyunan rupiah.

Dan hampir setiap tahun kita selalu diprotes negara tetangga karena merasa mendapat kiriman asap kebakaran hutan dan lahan dari negara kita. 

Informasi yang paling sering dicari berkaitan asap dan kebakaran hutan antara lain sebaran hotspot, luas lahan yang terbakar dan sebaran asap kebakaran hutan itu sendiri.

Berikut akses informasi berkaitan hal tersebut dari lembaga-lembaga resmi di Indonesia.


1. Sebaran Hotpsot Karhutla

Hotspot adalah suatu area di mana suhunya cenderung lebih tinggi dibanding suhu di area sekitarnya. Kontras suhu ini akan dikenali oleh satelit dan diidentifikasi sebagai titik dengan lintang dan bujur tertentu. 

Untuk mengakses sebaran hotspot karhutla silahkan klik:  http://modis-catalog.lapan.go.id/monitoring/ 

Informasi hotspot karhutla ini  bersifat near realtime dengan tampilan webnya seperti terlihat berikut ini.

Halaman informasi sebaran hotspot milik Lapan


Keberadaan hotspot pada tampilan online di atas ditunjukkan oleh bulatan berwarna merah, kuning dan hijau yang menggambarkan tingkat kepercayaan hotspot itu sendiri.

Selengkapnya baca: Cara Mengakses Informasi Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan secara Online 

Selain akses pada website, informasi sebaran hotspot kebakaran hutan dan lahan Lapan ini dapat juta diakses melalui ponsel pintar kita.

Selengkapnya: Cara mengakses Informasi Hotspot - Indikator Kebakaran Hutan dan Lahan melalui handphone


2. Sebaran Asap Karhutla

Informasi sebaran asap akibat karhutla disediakan oleh BMKG, yang dihasilkan dari olah citra satelit Himawari-8. 

Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat teramati satelit melalui data suhu kecerahan kanal infrared untuk filtering awan dan juga dengan menghitung anomali suhu panas.

Potensi sebaran asap karhutla berdasarkan citra satelit Himawari

Potensi sebaran asap karhutla seperti pada gambar di atas dapat diakses pada: http://satelit.bmkg.go.id/Trajektori/Asap.PNG

Adapun tentang satelit Himawari-8 yang dapat mengenali sebaran asap karhutla dapat dibaca pada: Mengenal satelit cuaca Himawari-8



3. Informasi Luas Area Kebakaran Hutan dan Lahan

Informasi ini tersedia pada laman:  http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran#


Perhitungan luas area yang terkena karhutla ini dihitung berdasarkan analisis citra satelite landsat 8 OLI/TIRS .

Hasil perhitungan kemudian di overlay dengan data sebaran hotspot seperti pada nomor 1 di atas.

Kemudian dilengkapi berdasarkan laporan hasil pengecekan lapangan terhadap hotspot serta berdasarkan data pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni.

Informasi luas area karhutla


4. Informasi Kualitas Udara

Informasi kualitas udara ini sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan dampak karhutla  tetapi juga karena sumber polutan di udara lainnya. Namun umumnya kualitas udara akan signifikan menurun ketika terjadi karhutla dan asap telah terlihat di udara ambien.

Ukuran kualitas udara disebut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Merupakan angka atau nilai yang tidak mempunyai satuan untuk menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu. 

ISPU didasarkan pada dampaknya terhadap kesehatan manusia, nilai estetika serta pengaruhnya makhluk hidup lainnya. 

Informasi ISPU dapat diaksesp pada: http://iku.menlhk.go.id/aqms/

Selengkapnya mengenai ISPU dan kaitannya dengan kualitas udara dapat dibaca pada: Kualitas Udara Memburuk, Pahami Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan Dampaknya bagi Kesehatan 


Demikian ulasan Link Akses Resmi Informasi Hotspot dan Sebaran Asap Kebakaran Hutan dan Lahan. Semoga bermanfaat.

Post a Comment

12 Comments

  1. barusan saya cek mas ada 2880 hotspot, 2 berada di singapore dan malaysia. semoga karhutla segera berakhir, khawati dengan kesehatan masyarakat dan merugikan secara ekonomi

    ReplyDelete
  2. iya mas Sabda, semoga kemarau gak berlanjut, hujan turun memadamkan api

    ReplyDelete
  3. Kalau musim kemarau berkepanjangan, kebakaran hutan semakin menjadi-jadi. Ikut prihatin.

    ReplyDelete
  4. Terakhir kali saya cek, titik warna kuning ada 2306, sedangkan titik merah 1802. Semoga saja cepat redah biar kesehatan masyarakat terjaga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya hujan yang efektif mematikan hotspot secara merata. Smg segera turun hujan yah

      Delete
  5. Ngeri ya baca berita kebakaran hutan... Asapnya bikin penyakit, merugikan banyak orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum lagi kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat

      Delete
  6. bacaan IPU sebab jerebu makin hari makin tinggi... kami sudah tak tahan lagi mas duduk dalam jerebu. cuaca pula semakin panas... waduhhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera turun hujan Cik sehingga jerebu tercuci dari udara

      Delete
  7. p/s menjawab pertanyaan, insya allah akan ke bukittinggi dalam masa terdekat... harap cuaca di sana menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk sekarang masih pernuh smoke dan fog cik

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.