!
Loading...

Mitos selalu hujan saat Imlek, ini faktanya


Climate4life.info - Mitos selalu hujan saat Imlek, ini faktanya. Pekan ini kita mendapat bonus long weekend karena Senin, 8 Februari 2016 adalah libur perayaan Imlek. Buat sobat yang merayakan Imlek, penulis mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Gong Xi Fat Choi.

Apa itu Imlek ? Sebagian kita mungkin mengenal Imlek sebagai tahun baru untuk penanggalan Tonghoa. Dikutip dari berbagi sumber, disebutkan bahwa Imlek merupkan acara sakral bagi penganut Tri Dharma.

Pada awalnya di negeri asalnya  Tiongkok adalah perayaan rasa syukur menghadapi musim semi setelah musim dingin. Musim semi diharapkan akan mendatangkan banyak keberkahan. Ketika ajaran ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, upacara Imlek pun tidak lupa ikut dirayakan.

Karena adanya perbedaan wilayah geografis dengan negara asalnya, musim yang dialami pada saat Imlekpun menjadi berbeda.  Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai dari hari pertama bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa dan puncaknya berupa Cap Go Meh yatu pada tanggal ke-15, bertepatan purnama setelah Imlek.

Pada setiap menjelang Imlek di Indonesia selalu beredar mitos bahwa pada saat Imlek akan selalu terjadi hujan deras. Cuaca cerah menjelang Imlek dianggap karena Dewa sedang mengumpulkan hujan untuk diturunkan pada saat Imlek. Bagaimana faktanya ? Mari kita lihat datanya.

Secara umum, Imlek selalu jatuh pada bulan. Februari walau sebenarnya sering pula jatuh pada bulan Januari. Daftar jatuhnya Imlek dikutip dari Wikipedia seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Daftar Imlek (Wikipedia)


Kolom ke-2 adalah tanggal perayaan Imlek. Tahun ini adalah tahun ke 2567 penanggalan Tionghoa,


Nah Januari-Februari berdasarkan data normal iklim 1981-2010 di Indonesia umumnya merupakan puncak musim hujan, kecuali untuk beberapa tempat yang berpola lokal. Curah hujan normal pada Februari seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar 3. Normal Hujan pada Februari (Sumber : dataset: TCC-JMA)


Sebagaimana terlihat pada Gambar 3, secara umum curah hujan pada Februari sekitar 6-18 mm/hari atau sekitar 180-450 mm/bulan. Artinya hujan yang terjadi pada setiap perayaan Imlek sebenarnya adalah hal yang biasa karena memang kita sedang mengalami musim hujan.

Fakta kedua dapat dilihat lagi pada gambar berikut

Gambar 4. Data hujan pada beberapa kota saat Imlek 2013-2014
(Sumber ; Data Online BMKG)


Meskipun bulan  Februari merupakan musim hujan, apakah juga selalu terjadi hujan pada tepat saat Imlek ? Ternyata tidak ! Pada Imlek tahun 2013 tidak terjadi hujan di Sampali (Sumut), Jakarta dan Malang.

Hujan hanya terjadi di Siantan (Kalbar). Pada Imlek 2014, hujan hanya terjadi di Jakarta dan Malang.

Demikan sobat, meskipun peluang hujan pada bulan Februari cukup tinggi, hujan pada saat Imlek berdasarkan data di atas ternyata hanyalah mitos. 


--- 
Gambar Imlek dari sini

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to " Mitos selalu hujan saat Imlek, ini faktanya "

  1. Wah ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Sudah telanjur percaya Imlek itu harus hujan & hujan terbaik itu tidak deras tapi juga tidak rintik, stabil terus menerus seharian. Pertanda rejeki lancar tiada henti selama setahun. Heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hujan memang membawa rahmat Bu. Tulisan di atas hanya ingin menjawab mitos imlek dari sisi ilmiah.

      Delete
  2. Wahaha selama ini saya cukup mempercayai kalau pas imlek pasti hujan loh, lhadalah ternyata ada penjelasan ilmiahnya wkwkw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada kenyataannya tidak setiap imlek selalu hujan kan yah. Hehe.

      Delete
  3. sangat informatif... wuahahaha sekarang saya menyatakan berhenti jadi sesat!!... hujan adalah rahmat dari yang Maha Kuasa, yang hadirnya hujan ini juga bisa dijelaskan secara ilmiah dan masuk akal... thanks pencerahannya ya Bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba, rahmat Tuhan YME turun bersama hujan.

      Delete
  4. Loh kok imlek tanggal 8 februari?? Ah ternyata artikel tahun silam. Hehehe. Tetapi tetap informatif Bang! Happy holiday

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya mba.. artikel lama. Karena lagi momen imlek jadi saya sharing ulang.

      Delete

Terima kasih