Badai Taifun di Jepang, Begini Proses Terjadinya

Climate4life.info - Taifun adalah penamaan lain dari siklon tropis, sebuah badai dengan pusaran angin yang kecepatannya mencapai lebih dari 200 km/jam  pada sekitar pusat pusarannya. Diameter sebuah Taifun dapat mencapai ratusan kilometer dengan kondisi cuaca yang terbentuk di dalam Taifun berupa angin kencang, hujan sangat deras dan disertai badai guntur. Taifun yang baru saja melanda Jepang dinamakan Taifun Jebi. Taifun Jebi atau Topan Jebi Jepang ini disebut-sebut sebagai Taifun yang terkuat dalam 25 tahun terakhir. Media massa menyebutkan akibat Taufan Jebi tersebut ribuan masyarakat Jepang terpaksa harus mengungsi. Taufan di Jepang ini sempat menenggelamkan Bandara Osaka karena genangan air dari laut yang diangkat oleh Taufan Jebi. Taufan Jebi juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Jepang. Berdasarkan video yang viral  beredar tentang Taufan Jebi di Jepang, terlihat  mobil-mobil saja terangkat dan terdapat beberapa bagian gedung yang  roboh karena kekuatan angin Taufan Jebi.
Baca juga :
Dampak siklon tropis di Indonesia
Pusaran dan perawanan Taifun Jebi tersebut dapat diamati berdasarkan citra satelit cuaca, dapat terlihat bagaimana Taifun Jebi yang telah menjadi super taifun memasuki wilayah Osaka Jepang pada dini hari 04 September 2018. 
Tentang satelit cuaca :
Mengenal satelit cuaca Himawari-8
Berdasarkan citra satelit, pergerakan pusaran angin dan gugusan awan Taifun Jebi bergerak dari tenggara Jepang kemudian bergerak ke utara tepat di atas kepulauan Jepang kemudian punah. Perhatikan animasi citra satelit di bawah ini.

Pergerakan Taifun Jebi di Jepang
Pergerakan Taifun Jebi di Jepang, sumber gambar : RAMSDIS Online Archive

Proses pembentukan dan arah lintasan Taifun Jebi saat mulai tumbuh, matang dan kemudian punah terlihat pada gambar di bawah ini.

Lintasan taifun Jebi Jepang : Sumber mapsofworld.com

Pada gambar di atas nampak bibit Taifun Jebi mulai tumbuh pada tanggal 31 Agustus 2018. Arah lintasan dari tenggara perairan utara Pasifik barat  kemudian ke utara dengan melintasi kepulauan Jepang. Mendekati Jepang, pada 3 September bibit Taufan Jebi telah tumbuh matang menjadi sebuah badai Taifun dan saat 4 September tepat memasuki Osaka Taifun Jebi telah menjadi sebuah super taifun. Dampaknya seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal artikel ini.


Bagaimana Taifun terbentuk ?

Taifun atau angin topan adalah nama lain dari siklon tropis dan  juga Hurricane. Berbeda penamaan namun sejatinya merupakan objek yang sama baik dari proses terbentuknya hingga perilaku pergerakannya seperti adanya angin yang sangat kencang, hujan sangat deras dan adanya badai guruh. Penamaan Taifun (Typhoon) digunakan di Filipina, Cina, Korea dan Jepang. Istilah taifun berasal dari kata Typhoon dari bahasa Tiongkok "Taifung" yang berarti angin kencang.  India menyebutnya siklon (cyclone) dan Autralia dan juga Indonesia menyebutnya siklon tropis (tropical cyclone). Adapun di Amerika badai yang tumbuh dari laut tersebut dinamakan dengan istilah hurikan (hurricane). Pembagian lokasi penyebutan Taifun, Siklon Tropis dan Hurikan seperti tersaji di bawah ini.

Lokasi penamaan Taifun,Siklon Tropis dan Hurikan (Ahrens - Essential of Meteorology)

Kesepakatan internasional adalah menyebut dengan nama Siklon Tropis untuk badai yang tumbuh dari laut tropis yang mencakup Taifun dan Hurikan. 


Proses terjadinya siklon tropis atau taifun atau hurikan.

  • Awal terbentuknya sebuah siklon tropis karena suhu laut yang hangat sekitar 26 °C yang kontras dengan sekitarnya sehingga membentuk daerah pusat tekanan rendah. Adanya daerah tekanan rendah menyebabkan terjadi pergerakan arus udara dalam radius ratusan kilometer dari tempat lain yang bertekanan tinggi menuju pusat tekanan rendah tersebut.
  • Efek gaya corriolis menyebabkan lintasan angin tersebut menjadi berbelok memutar saat menuju pusat tekanan rendah.
Arah putaran angin siklon tropis di belahan bumi utara berlawanan dengan jarum jam dan di bumi belahan selatan searah dengan jarum jam.
  • Arah putaran angin menuju pusat siklon tropis untuk bumi belahan utara dan selatan seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Arah putaran angin siklon tropis
Arah putaran angin siklon tropis. Sumber Science ABC
  • Saat mencapai pusat tekanan rendah angin tersebut akan bergerak naik secara spiral ke atas membentuk mata siklon tropis.  seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Penampang sebuha siklon tropis
Penampang sebuah siklon tropis di utara bumi (Ahrens - Essential of Meteorology)
  • Berdasarkan gambar penampang siklon tropis di atas, pada bagian dekat permukaan laut aliran udara tropis yang lembab dari radius ratusan kilometer bergerak masuk menuju pusat siklon tropis.
  • Pada pinggiran mata siklon tropis udara lembab tersebut bergerak naik kemudian mengembun membentuk awan cumulonimbus yang sangat besar yang menghasilkan hujan deras hingga 250 mm perjam.
Baca juga :
  • Pada bagian mata siklon tropis terbentuk area angin tenang dengan cuaca yang cerah.
  • Pada puncak awan, udara cenderung kering karena uap air telah habis mengembun. Angin bergerak ke pinggiran siklon.
  • Udara lembab yang mengembun tadi melepaskan panas laten yang dibawanya sehingga udara disekitarnya memuai dan terdorong keluar dari pusat badai. Akibatnya tekanan di lapisan bawah terus berkurang dan angin angin bergerak masuk menjadi  lebih cepat dan embawa lebih banyak uap air 
  • Proses ini terus berulang menajdikan badai lebih hebat hingga kemudian sampai ada faktor yang membuatnya lemah dan kemudian punah.
Mengapa sebuah Taifun atau siklon tropis bisa melemah ? Sebagaimana disebutkan di atas energi utama terbentuknya siklon tropis atau Taifun di Jepang, adalah dari udara yang lembab dari lautan hangat tropis. Saat siklon tersebut mencapai daratan maka suplai uap air terhenti. Energi siklon melemah, lama kelamaan kemudian punah dengan sendirinya.

Begitulah proses terjadinya sebuah siklon tropis sebagaiamana Taifun Jebi yang baru terjadi di Jepang. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to " Badai Taifun di Jepang, Begini Proses Terjadinya "

  1. Haduhhhh seram juga yah hehe, itu kalau lagi bikin film jav gimana yah ckck

    BalasHapus
  2. Iya mas. Dengan kecepatan angin hingga 200 km/jam kita sudah bisa bayangkan dampaknya.

    BalasHapus
  3. Kalau semakin lama proses terbentuknya, apa kekuatannya juga semakin besar?
    Menyeramkan badainya, semoga Indonesia gak kena dampaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama badainya masih di Laut dia akan terus aktif.
      Secara teori badai ini tidak akan terjadi di Indonesia. Namun memberi dampak ke Indonesia seperti angin kencang. Dampak tidak langsung bisa jadi berupa hujan deras atau bahkan malah cerah beberapa hari

      Hapus
  4. Menakutkan banget ..., kecepatannya mencapai 200km/jam !.
    Beruntungnya negara kita ngga berpotensi diterjang badai mematikan ini.
    Ngga bisa bayangin ..., akan lariiiii kemana kalau aku dikejar taifun ini 😓 ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di jepang biasanya mereka membangun bungker-2 bang

      Hapus

Terima kasih