Hujan es dan angin kencang di Pontianak, ini penyebabnya

Climate4life.info - Fenomena cuaca langka berupak hujan es dan angin kencang dikabarkan terjadi di Pontianak pada Selasa 8 Agustus 2018 sekitar pukul 13.22 wib. Kejadian hujan es disertai angin kencang di Pontianak tersebut ramai beredar dari medsos masyarakat Pontianak, yang mengirimkan foto-foto butiran es yang berhasil mereka genggam. Informasi dari media massa hujan es di Pontianak berlangsung kurang lebih tujuh menit yang didahului oleh angin kencang.

Butiran es dari hujan es di Pontianak
Butiran es dari hujan es di Pontianak, sumber dari medsos warga

Awan penyebab hujan es di Pontianak terpantau pula pada radar cuaca BMKG - Stamet Supadio seperti terlihat pada gambar di bawah ini.


Citra radar penampang awan konvektif penyebab hujan es di Pontianak
Gambar sebelah kiri menunjukkan penampang awan penyebab hujan es secara vertikal, terlihat mencapai ketinggian hampir 5 km. Gambar kanan menunjukkan sebaran secara horizontal di atas Pontianak.

Penyebab hujan es

Hujan es dalam meteorologi disebut juga hail. Hail merupakan salah satu bentuk jatuhan hidrometeor yang sampai ke permukaan tanah yang disebut juga presipitasi.  Di negara kita yang memiliki ciri iklim tropis  suhunya akan selalu hangat sepanjang tahun, sehingga presipitasi yang umum terjadi dalam bentuk cair yang dikenal masyarakat sebagai hujan. Sangat jarang terjadi presipitasi yang sampai ke permukaan tanah dalam bentuk padat seperti jatuhan keping es atau salju.

Hujan sendiri terbagi menjadi tiga tipe hujan yaitu :
  • Hujan konvektif, merupakan hujan yang paling umum yang terjadi di daerah tropis. Pemanasan pada permukaan tanah menyebabkan udara naik ke atas kemudian mengembang dan secara dinamika menjadi dingin kemudian berkondensasi yang selanjutnya akan jatuh sebagai hujan.

  • Hujan orografis, hujan ini terjadi karena adanya penghalang topografi, udara dipaksa naik kemudian mengembang dan mendingin terus mengembun, selanjutnya dapat jatuh sebagai hujan. 
  • Hujan frontal dan siklonis; hujan frontal terjadi karena ada front panas ataupun front dingin. Adapun hujan siklonis terjadi karena adanya siklon tropis.


Hujan es atau hail merupakan jenis hujan konvektif. Hail berisi campuran cair dan butir es yang diproduksi oleh awan Cumulonimbus (CB), yaitu awan yang tumbuh vertikal dengan tinggi menjulang bisa mencapai 12 km. Awan CB memicu kondisi cuaca selain hujan juga badai petir dan angin kencang. Cumulonimbus berasal dari bahasa Latin, "cumulus" yang bermakna terakumulasi dan "nimbus" yang berarti hujan. Awan CB biasanya direkomendisikan untuk dihindara dalam penerbangan, karena dapat menghempaskan suatu pesawat terbang.

awan cumulonimbus penyebab hujan es
Perbandingan awan cumulonimbus penyebab hujan es dengan awan lainnya
(sumber Ahrens - Essential of Meteorology)

Gambar di atas menunjukkan perbandingan bentuk dan tinggi awan cumulonimbus penyebab hujan es dengan awan-awan lainnya. Mengenai penyebab bentuk-bentuk awan dapat di baca pada Mengapa bentuk awan berbeda-beda ? Saat siang hari kita mulai merasa gerah, maka itu sebuah pertanda proses konvektif pengangkatan massa udara yang akan berkembang menjadi awan seperti CB sedang terjadi

Awan CB mulai terbentuk saat kondisi atmosfer yang tidak stabil. Pada saat itu pengangkatan massa udara sangat kuat bergerak vertikal mencapai ketinggian maksimal. Awan CB dinamakan awan juga  tower karena dapat tumbuh seperti menara dari level awan rendah dan puncaknya mencapai level awan tinggi. Mengenai ketidakstabilan atmosfer dapat di baca pada  proses fisis pembentukan awan dan hujan. Struktur awan CB terbagi dalam tiga lapisan muatan di mana bagian bawah dekat dasar awan CB umumnya berisi butiran air karena karena terbentuk pada lapisan udara dengan suhu masih lebih dari 0 °C atau di atas level beku (freezing level). Pada bagian tengah awan CB di atas lapisan beku akan berisi campuran es dan air. Adapun pada bagian puncak awan hanya ada butiran es. Bagian puncak CB merupakan lapisan yang yang sangat dingin, karenanya uap air yang naik ke lapisan tersebut oleh arus updraft akan membeku secara cepat menjadi bola es. Distribusi awan CB yang menghasilkan hujan es tersebut sebagaimana terlihat di bawah ini.

Distribusi muatan dalam awan cumulonimbus penyebab hujan es
Distribusi muatan dalam awan cumulonimbus penyebab hujan es
(sumber Ahrens - Essential of Meteorology)

Sebuah bola es untuk tumbuh menjadi sebesar bola golf hanya membutuhkan waktu  sekitar 5-10 menit. Jika proses konventif dari permukaan tanah sangat kuat maka proses massa udara yang naik akan terus berlangsung yang akan menyebabkan bola es dalam awan CB akan terus membesar. Coba amati bagaimana mekanisme proses udara naik (updraft) dan udara turun (downdraft) dalam awan CB  pada gambar berikut.


Mekanisme proses udara naik (updraft) dan udara turun (downdraft) dalam awan Cumulonimbus
(sumber Ahrens - Essential of Meteorology)

Pada awalnya embrio bola es (hailstone embryo) akan bergerak melayang di lapisan atas karena dorongan updraft atau udara naik. Ketika gaya angkat melemah, maka embrio bola es turun dengan lintasan hampir horizontal dan menangkap semua butiran es yang dilaluinya. Hal ini membuat embrio bola es tersebut berkembang membesar menjadi bola es yang lebih  besar. Adanya gaya gravitasi bumi dan gerakan massa udara turun (downdraft) maka bola es tersebut bergerak jatuh ke permukaan bumi.

Bola es yang jatuh ke permukaan bumi karena ukurannya sangat besar.  Meskipun suhu udara di permukaan bumi panas atau hangat, tidak semua massa bola es tersebut sempat mencair yang akan jatuh sebagai hujan. Sebagian bola es tersebut berhasil mencapai permukaan bumi dalam bentuk tetap seperti bola es namun dengan ukuran kecil. Bola es yang tidak mencair yang berhasil mencapai permukaan bumi inilah yang kemudian kita sebut sebagai hujan es.

Hujan es dan angin kencang

Lalu bagaimana dengan angin kencang yang menyertai hujan es tersebut ? Perhatikan pada gambar mekanisme proses udara naik (updraft) dan udara turun (downdraft) dalam awan Cumulonimbus tersebut di atas. Pada gambar tersebut terlihat dua  garis panah mengarah ke  bawah yang berwarna biru. Garis panah pertama menunjukkan arah jatuhnya hujan deras bercampur es (rain showers and hail). Adapun garis panah biru kedua adalah downdraft yaitu hempasan arus udara yang turun. Downdraft jika mencapai permukaan bumi disebut sebagai microburst. Microbust inilah yang kemudian kita rasakan sebagai fenomena angin kencang, sebagaimana yang baru saja terjadi di Pontianak.

Demikian ulasan terjadinya hujan es yang disertai angin kencang di Pontianak. Semoga bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to " Hujan es dan angin kencang di Pontianak, ini penyebabnya "

  1. terima kasih om pengetahuannya. ini perlu di share berulang ulang . biar nggak dianggap akhir dunia terus . oleh oknum oknum yang kurang mengetahu ilmu cuaca

    BalasHapus

Terima kasih