Embun Beku Dan Suhu Dingin Ekstrem Dieng, Ini Faktor Penyebabnya

Climate4life.info - Embun Beku Dan Suhu Dingin Ekstrem Dieng, Ini Faktor Penyebabnya. Beberapa hari  terakhir viral pemberitaan suhu udara di Puncak Dieng mencapai minus 9 °C.

Suhu ekstrem dingin ini menyebabkan terbentuknya embun beku yang menutupi hamparan daun di permukaan puncak Dieng.

Banyak masyarakat yang mengajukan pertanyaan mengenai suhu yang mencapai di bawah nol derajat dan juga fenomena embun beku di puncak Dieng ini.

Gambar 1. Keindahan hamparan embun beku pada daun di permukaan Dieng. Sumber foto The Jakarta Post 


Bagi warga di luar Dieng menganggap fenomena ini hal yang luar biasa. Bagi warga sekitar Dieng sendiri fenomena suhu dingin ekstrem dan embun beku merupakan fenomena yang biasa mereka jumpai pada saat musim kemarau.

Embun beku ini disebut dengan nama "Bun Upas". Bun Upas selalu menjadi momok bagi petani karena dapat merusak tanaman mereka. Kerusakan tersebut tidak dapat dihindari jika embun beku tiba lebih awal sebelum masa panen.

Baca juga :


Selain memberikan dampak negatif, embun beku dieng juga ternyata mendatangkan dampak positif lainnya. Fenomena kemunculan embun beku akibat suhu dingin ekstrem menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Dieng.

Meski merupakan pemandangan yang indah, pemerintah tetap menghimbau para wisatawan untuk berhati-hati.

Suhu dingin ekstrem dapat membahayakan kesehatan bagi wisatawan yang ingin menikmati fenomena es di hamparan rumput dan dedaunan pada puncak Dieng tersebut.


Faktor Penyebab Suhu Dingin Ekstrem dan Terjadinya Embun Beku Dieng

Faktor-faktor yang berperan terbentuknya embun beku yang didahului suhu dingin ekstrem di Dieng antara lain adalah gerak semu matahari, intrusi suhu dingin dan laju penurunan suhu terhadap ketinggian.


Gerak Semu Matahari

Seperti telah disebutkan sebelumnya, suhu ekstrem dingin dan terbentuknya embun beku di Dieng merupakan fenomena yang selalu terjadi pada setiap musim kemarau.

Umumnya mulai Juni hingga Agustus wilayah selatan ekuator Indonesia suhu udaranya akan mencapai titik minimum.

Selengkapnya :


Periodisasi musim kemarau dan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia adalah karena gerak semu matahari. Pada skitar Januari posisi semu matahari berada di  garis balik bumi belahan selatan.

Pada periode ini massa udara akan bergerak dari wilayah utara membawa hujan untuk Indonesia.

Pada sekitar Juli posisi semu matahari berada di garis balik utara bumi. Tekanan rendah berada ada wilayah ini. Dampaknya massa udara kering melintas di atas Indonesia menuju ke utara. Pada saat ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak kemarau.


Intrusi Suhu Dingin Musim Dingin Australia

Sebagai dampak lanjutan dari gerak semu matahari adalah musim dingin di Australia. Terjadinya suhu dingin pada wilayah selatan Indonesia seperti Yogyakarta, Jawa Timur bagian selatan hingga Bali dan Nusa Tenggara karena terdampak intrusi suhu dingin akibat musim dingin di Australia.

Perhatikan distribusi suhu udara selama tanggal 16-23 Juni 2019 di bawah ini. Terlihat sebaran suhu dingin berada di bumi belahan selatan, tepatnya di benua Australia. Penjalaran suhu dingin ini menjangkau bagian selatan wilayah Indonesia.

Gambar 2. Sebaran suhu dingin dari Australia; diolah dari ITACS-5


Instrusi suhu dingin dari Australia menyebabkan suhu pada pagi hari menjadi sangat dingin. Pada siang hari hembusan angin dingin ini dapat menekan kenaikan suhu akibat penyinaran matahari. Hasilnya suhu harian menjadi rendah atau lebih dingin dari biasanya.

Hal ini diperkuat oleh pola angin pada tanggal yang sama dengan gambar sebaran suhu udara di atas. Secara umum angin bergerak dari wilayah Australia atau dari arah tenggara Indonesia. Angin ini tentunya membawa suhu dingin dari tempatnya berasal.

Gambar 3. Pola angin pada saat suhu dingin ekstrem di Dieng; diolah dari ITACS-5

Laju Penurunan Suhu terhadap Ketinggian

Perhitungan matematis-fisis laju penurunan suhu terhadap ketinggian dapat kita gunakan untuk merekonstruksi terjadinya suhu minus di puncak Dieng. Sebelumnya dapat membaca artikel terkait ini yaitu:


Dari dua artikel di atas dapat kita ketahui :
  • Pada udara basah laju penurunan suhu terhadap ketinggian adalah 0.65 °C/100 m.

  • Pada udara kering laju penurunan suhu terhadap ketinggian adalah 1 °C/100 m.


Teori fisis di atas jika kita gambarkan terhadap permukaan bumi akan seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 4. Ilustrasi mekanisme penurunan suhu udara saat bergerak menuju puncak gunung. Sumber Ahrens - Essential of Meteorology


Mekanisme penurunan suhu udara saat bergerak menuju puncak gunung pada gambar di atas menjelaskan sebagai berikut :

  • Pada sisi gunung yang menghadap datangnya angin (windward side) maka udara akan bergerak naik karena efek orografis. Saat bergerak suhu udara akan turun terhadap ketinggian.

  • Pada sisi belakang gunung (leeward side) udara akan bergerak turun dan suhunya akan bertambah.


Kita tahu tinggi Gunung Dieng adalah 2.565 meter (Wikipedia). Sisi "windward side" adalah pada sisi selatan yang mendapat aliran angin monsun Australia seperti pada Gambar 3.

Sisi "leeward side" adalah bagian gunung yang menghadap ke utara.

Jika asumsi pada saat kemarau tidak terbentuk awan, berarti Condensation Level tidak terjadi. Laju perubahan suhu terhadap  ketinggian hanya akan mengikuti persamaan udara kering sebesar -1 °C/100 m.

Maka besar perubahan suhu udara dari permukaan laut hingga puncak Dieng adalah :

2.565 m x -1 °C/100 m = - 25.65 °C

Sebagaimana banyak  disebut media bahwa suhu pada beberapa tempat di selatan Jawa mencapai 15 °C. Dengan demikian suhu pada puncak Dieng adalah sebesar :

15 °C -  25,65 °C = -9.35 °C


Suhu -9.35  °C ini sudah merupakan suhu dingin ekstrem untuk kita yang ada di wilayah tropis.

Suhu minus ini pula penyebab terbentuknya embun beku di  Dieng, karena kita tahu air mulai membeku pada suhu di bawah nol derajat Celcius.

Secara lengkap di sini : Menentukan suhu udara suatu tempat berdasarkan ketinggiannya  

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat kita simpulkan terjadinya suhu dingin ekstrem hingga terbentuknya embun beku pada puncak Dieng sebagai berikut:
  • Juni hingga Agustus merupakan musim kemarau pada wilayah Dieng yang diakibatkan oleh gerak semu matahari.

  • Selama periode kemarau, akibat gerak semu matahari maka di selatan bumi mengalami musim dingin. Suhu dinginnya kemudian menyeruak hingga ke selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

  • Suhu permukaan yang dingin pada bagian selatan Jawa oleh faktor laju penurunan suhu terhadap ketinggian menyebabkan udara yang sampai pada puncak Dieng menjadi jauh lebih rendah.
----000---

Demikian ulasan "Embun Beku Dan Suhu Dingin Ekstrem Dieng, Ini Faktor Penyebabnya". Semoga bermanfaat. 

Post a Comment

34 Comments

  1. oh...jadi ngerti…
    Thank you for sharing

    ReplyDelete
  2. Makasih pengetahuannya

    ReplyDelete
  3. Wow! Berarti antara Juni -Agustus, klo ke Dieng mesti bersiap mantel lebih tebal... Padahal menurutku, Dieng sudah selalu dingin hehehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dieng dan tempat-2 yang tinggi memang akan selalu dingin mba. Dengan anomali cuaca dari tempat lain, suhu dingin Dieng menjadi lebih ekstrem

      Delete
  4. Ternyata dibalik fenomenanya, tersimpan kerugian bagi petani. Harus bisa cuaca nih petaninya biar gak gagal panen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya sejauh ini faktor cuaca merupakan unsur pada pertanian yang belum bisa dikendalikan. smg dengan kemajuan teknologi, kita bisa memprediksi secara tepat datangnya embun beku di Dieng

      Delete
  5. berarti cuma masyarakat luar dieng yang heran ya gan, kalau seperti ini, Karena setiap kemarau pasti datang fenomena ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, dan dengan cepatnya media sosial yang menshare membuat beritanya bombastis pada masyarakat luar

      Delete
  6. Tahun kemarin bulan Juli sempat nginap di Dieng dua hari pas muncul embun salju. Dinginnya minta ampun, seluruh jari-jari kaku semua. Tidur aja sampai rangkap tiga baju plus jaket

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman yang luar biasa mba. Gak kebayang ngilunya tulang pas pagi mau wudhu hehehe

      Delete
  7. jadi ini fenomena 'biasa' yg terjadi ya mas, bukan karena cuaca ekstrem yg tiba2, saya ga tau sih istilahnya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emg datangnya tiba2 mas. Tapi setiap tahun akan selalu terjadi suhu ekstrem dingin ini

      Delete
  8. Dieng ini sudah pun biasanya dingin, ditambah makin dingin pula karena fenomena bun upas. Jadi kalau angin dingin itu sudah ke bawah, bakal makin hangat ya. Tapi sehangat-hangatnya, kemarau awal ini masih tetap dingin buat orang pantai kaya saya... hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang hangat pantai sebelah utara Jawa mas. Kalo yang selatan ya dingin karena menghadap arah datangnya angin

      Delete
  9. woooo dingin amat... mesti mampir nie ke dieng

    ReplyDelete
  10. Sebagai orang awam yang bertahun-tahun tinggalnya di Indonesia, saya baru menyadari kontradiksi pengetahuan saya sendiri. Jadi, Juni-Agustus sebetulnya udara di pulau Jawa itu lebih dingin, tapi karena kemarau jadi rasanya panas. Kalau Desember-Januari, sebetulnya udaranya lebih panas, tapi karena banyak hujan jadi terasa lebih dingin. Gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pulau Jawa yang terpengaruh dingin hanya bagian selatan aja sih mba. Jadi pada daerah itu selama kemarau ya suhunya tetap dingin. Beda yang sebelah utara seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya saat kemarau ya tetap panas

      Delete
    2. Iklim dan cuaca itu unik ya. Mungkin cuaca mikro saja makanya kalau pas hujan terasa dingin padahal karena matahari lagi di atas kita, sebetulnya iklim secara umum panas. (Dulu pas tinggal di Solo, suka kedinginan pas musim hujan. Ini maksudnya Oktober-April ya. Jaman dulu cuaca masih seperti di buku sekolah.)

      Delete
    3. Aih betul mba ut Okt-april, hanya proses skala harian saja karena hujan seharian, besok paginya pasti dingin banget. Tetapi pada siang hari klo udara cerah yah bakal hangat.

      Nah pada Juni - Agt, meski siang cerah secara rata2 suhu udara harian akan lebih rendah di banding pada bulan Okt - Apr tsb

      Delete
  11. Siap mas..
    Memang sih, kalau sudah masuk mei sampai juli udara pasti menggila dinginnya. Dan yang ada di eropa malah ketiban cuaca panas ekstrim, apalagi di india ya.
    Katanya disana panasnya sampai bisa melelehkan aspal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya di sana lagi terserang gelombang panas mas Eka.

      Delete
  12. Jadi dengan anomali cuaca di tempat lain, suhu di Dieng dinginnya ekstrim sekali ya Bang. Tapi bagi orang Dieng udh biasa dgn kondisi ini ya....Saya pernah merasakan -1 derajat C waktu di Hobart dinginnya udh menusuk ke tulang, bagaimana kalau suhunya lebih turun lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas cuman mungkin tahun ini terasa lebih dingin lagi dibanding biasanya. Pastinya tuh menusuh tulang. Saya hanya merasakan 6 derajat aja dah tersiksa hehehe

      Delete
  13. Hal yang sama juga terjadi di Bromo saat ini mas.. Embun salju... Adem tenan pokoke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lebih faktor yang berperan sama mas :)

      Delete
  14. wah cantik ya bisa ada salju di Indonesia selaindi JAyawijaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ini menjadi tujuan wisata baru, namun tetap perlu berhati2 atas resiko suhu dingin

      Delete
  15. Diperumahan saya juga lagi dingin dinginya mas padahal sebelumnya nggak pernah, Ini kenapa ya mas? padahal di Bekasi dan sampai kapan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lagi kemarau emg biasanya shubuh tuh dingin banget. Hal ini karena saat kemarau uap air di atmosfer sangat sedikit. Sehingga radiasi gelombang panas dari bumi langsung hilang ke atmosfer, tidak tertahan oleh uap air dan awan-awan

      Delete
  16. Wah, bener banget. Di tempat saya, jawa timur, madiun, di kaki bukit gunung wilis... Hawanya warbyasah dingin mas, siang aja airnya kayak es. Kalau malam apalagi.... Bikin flu dadakan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Musti siap pemanas kalo gitu mba biar hatinya tidak membeku #eh

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.