!
Loading...

Mengenal STMKG - Perguruan Tinggi Kedinasan Untuk Calon Ahli Cuaca, Iklim Dan Gempa

Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG
Climate4life.info - Mengenal STMKG,  Perguruan Tinggi Kedinasan Untuk Calon Ahli Cuaca, Iklim Dan Gempa. Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) adalah perguruan tinggi yang dikelola sebuah instansi pemerintah tertentu. Contohnya STAN yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dan STIN yang berada di bawah BIN.
Bagi sobat yang berminat menjadi Calon Ahli Cuaca, Iklim Dan Gempa...
Penerimaan STMKG 2019 - Sekolah Kedinasan Calon Ahli Cuaca dan Iklim Serta Ahli Gempa Indonesia
STMKG merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan yang bernaung di bawah BMKG. STMKG singkatan dari Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.  Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG ini setiap tahunnya mencetak para calon ahli cuaca, ahli iklim dan ahli gempa serta teknisi peralatan BMKG.

Sistem Pendididikan Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG

Sebagaimana sekolah kedinasan lainnya, Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG juga menganut sistem pendidikan semimiliter. Mahasiswa STMKG disebut sebagai taruna untuk laki-laki dan taruni untuk perempuan. Selama perkuliahan, para taruna STMKG mengenakan seragam khusus.
Taruni STMKG

Kurikulum mata kuliah di STMKG berbentuk paket. Taruna yang tidak bisa mencapai nilai standar pada setiap semester akan di "drop out" atau tidak bisa melanjutkan kuliahnya pada semester berikutnya.

Para taruna Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG memiliki organisasi dalam kampus yang disebut Resimen Korps Taruna STMKG. Semacam senat mahasiswa pada peguruan tinggi umum.
Resimen Korps Taruna STMKG 2017-2018. Sumber Foto

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG

Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG awalnya bernama Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Berdiri pada tahun 1955 di Bandung dan awalnya masih menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Pada tahun 1960 kampus  AMG dipindahkan ke Jakarta, pada lokasi yang sama dengan induknya  yaitu Kantor Lembaga Meteorologi dan Geofisika (LMG) di Jl. Arief Rakhman Hakim No. 3 Jakarta Pusat.
Kampus lama STMKG (AMG) di Jl. Arief Rakhman Hakim No. 3 Jakarta Pusat

Periode tahun 1960–1978 status AMG berada di bawah Pusat Meteorologi dan Geofisika.  Pusat Meteorologi dan Geofisika merupakan struktur dalam kantor Jawatan Meteorologi dan Geofisika pada Departemen Perhubungan. 
Artikel terkait :

Pada akhir 1970an terbit peraturan bahwa lembaga pendidikan di luar Depdikbud (sekarang Kemenristekdikti dan Kemendikbud) harus berbentuk balai pendidikan dan latihan.  Maka di tahun 1978 Perguruan Tinggi Kedinasan AMG berubah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Meteorologi dan Geofisika (BPLMG).  

Kedudukan BPLMG saat itu berada di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan.  BPLMG kemudian diperjuangkan kembali menjadi AMG mulai tahun 1996.  

Perjuangan tersebut berhasil pada tahun 2000,  BPLMG berhasil kembali bernama AMG. Kedudukan Perguruan Tinggi Kedinasan AMG saat itu  mmasih tetap berada di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan. 

Kampus AMG kemudian dipindahkan dari Jl. Arief Rakhman Hakim No. 3 Jakarta Pusat ke Pondok Betung, Bintaro pada tahun 2000. Kedudukan Perguruan Tinggi Kedinasan AMG saat itu sampai dengan 2004 tetap berada di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan. 

Pada tahun 2004 Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG, sekarang BMKG) selaku lembaga induk AMG berubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) terpisah dari Departemen Perhubungan. 

Mengikuti perubahan tersebut maka terhitung mulai 1 Januari 2005 AMG tidak lagi berada dibawah di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan namun diserahkan dari Departemen Perhubungan dan menjadi langsung berada di bawah BMG. 

Sejak tahun 2014 sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tertanggal 23 April 2014 Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) berubah status menjadi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang berada dibawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 


Program Studi pada Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG

STMKG bertujuan mencetak sarjana sains terapan pada  empat program studi (Prodi), yaitu  Prodi Prodi Meteorologi, Prodi Klimatologi, Prodi Geofisika dan Prodi Instrumentasi.

  • Diploma IV Meteorologi
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari cuaca. Lulusan Diploma IV Meteorologi STMKG dididik untuk dapat melakukan pengamatan unsur-unsur meteorologi. Mereka juga akan memiliki kompetensi untuk melakukan pengolahan dan analisa meteorologi, dapat melaksanakan penelitian guna mengembangkan penerapan ilmu pengetahuan dalam bidang meteorologi.
Baca juga : 

  • Diploma IV Klimatologi
Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim. Prodi D-IV Klimatologi ditujukan untuk mencetak lulusan yang  dapat melakukan pengamatan unsur-unsur klimatologi dan memiliki kompetensi untuk melakukan pengolahan dan analisa klimatologi

Lulusan Diploma IV Klimatologi harus mampu melaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan penerapan ilmu pengetahuan dalam bidang klimatologi.
Baca juga :

  • Diploma IV Geofisika
Geofisika adalah ilmu tentng Gempa. Prodi D-IV Geofisika ditujukan untuk mencetak lulusan yang  dapat melakukan pengamatan unsur-unsur geofisika dan memiliki kompetensi untuk melakukan pengolahan dan analisa geofisika, mampu melaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan penerapan ilmu pengetahuan dalam bidang geofisika. 


  • Diploma IV Intrumentasi
Calon ahli teknik dan rekayasa instrumen MKG.  Prodi D-IV Instrumentasi-MKG ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berwawasan global di bidang Instrumentasi-MKG, sehingga mampu menunjang pelayanan jasa di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. 
Baca juga :



Syarat Masuk Menjadi Taruna STMKG

Untuk dapat diterima menjadi taruna STMKG tentunya harus mengikuti Penerimaan STMKG. Pendaftar harus memenuhi syarat umum dan syarat akademis.

Syarat umum masuk Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG adalah  Pertama, calon pendaftar adalah merupakan warga negara Indonesia. Sehat secara jasmani dan rohani. Bagi yang berkacamata, maksimal minus (-) 2 dan bukan kacamata silinder.  Umur saat mendaftar tidak kurang dari 16 tahun.

Syarat umum Penerimaan STMKG lainnya adalah calon pendaftar belum menikah dan siap tidak menikah selama pendidikan. Calon pendaftar juga harus bebas narkoba. 

Tinggi badan calon taruna STMKG untuk  pria  minimal 163 cm dan wanita minimal 155 cm. Pendaftar yang lolos dalam penerimaan STMKG setelah menamatkan pendidikan sebagai taruna STMKG wajib bekerja pada BMKG.

Adapun syarat akademis agar dapat diterima menjadi taruna STMKG sebagai berikut : 
  • Lulus atau akan lulus SMA/Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA atau SMK dengan kompetensi keahlian Teknik Elektronika lndustri, Teknik Mekatronika, Teknik Jaringan Akses, Teknik Transmisi Telekomunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputerdan Jaringan. 
  • Bagi  lulusan SMK hanya dapat mendaftar untuk jurusan lnstrumentasi-Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG). 
  • Nilai ijazah untuk mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Bahasa lnggris masing-masing minimal 70 (skala 100). 
  • Bagi yang baru akan lulus (saat ini masih duduk di kelas 3 SLTA), nilai rapor untuk tiga semester terakhir (semester 3, 4, dan 5) pada mata pelajaran Fisika. Matematika, dan Bahasa lnggris masing-masing minimal 70 (skala 100). 

Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG Bebas Biaya dan Langsung Kerja

Selama masa studi di Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG, para taruna STMKG  tidak dipungut biaya. Para taruna STMKG bahkan justru menerima uang saku setiap bulannya. Setelah tamat kuliah para taruna akan langsung bekerja di BMKG. 

Bagi sobat yang ingin mengenal Perguruan Tinggi Kedinasan STMKG lebih lengkap,  silahkan mengakses http://stmkg.ac.id.

Subscribe to receive free email updates:

17 Responses to " Mengenal STMKG - Perguruan Tinggi Kedinasan Untuk Calon Ahli Cuaca, Iklim Dan Gempa "

  1. Wah baru tau saya kalau ada perguruan untuk ahli cuaca. Mantab informasinya~

    ReplyDelete
  2. keren banget.
    Saya baru tau dong kalau ada sekolah khusus buat orang2 yang bekerja di BMKG.
    Dan gratis pula.
    Senang banget ada yang bahas hal seperti ini, yang jarang dibahas orang lain.
    Meski sekilas blog ini bikin kepala saya auto pusing gegara emang kurang suka fisika dan sejenisnya hahahaha, tapi beneran unik deh hal yang dibahas.

    Dan karena saya main ke sini, pengetahuan saya bertambah lagi.

    Btw, mamak Rey langsung auto berbunga2, semoga anak saya masuk di sini, biar gretong *eh hahahaha

    Anak saya cita2nya jadi polisi ding, kenapa saya paksa masuk di bagian pelajaran fisika yang mungkin juga dia bisa mengadopsi sifat emaknya yang kurang suka hitung2an fisika :D

    Padahal ya, kalau baca-baca artikel di sini, fisika itu menyenangkan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mba sebagai pilihan cadangan setelah tes polisi ut anaknya. Semoga anaknya ikut berbunga2 juga hehehe.

      Blog ini cuman untuk mindahin catatan kuliah saya aja mba

      Delete
  3. wah asyik juga nih sekolahnya, setelah lulus bisa jadi abdi negara, tapi untuk masuk di sekolah tersebut persaingannya ketat ya gan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tahun lalu pendaftar katanya mencapai ribuan sementara kursi tersedia cuman 250 aja. Ya rasionya 1:10an kali yah

      Delete
    2. berat juga ya gan persaingannya 1:10, tapi kalau bisa diterima, sudah seneng banget karena masa depan cerah, nggak perlu pusing lamar kerja kesana kemari, :D

      Delete
  4. Dulu sempat ingin masuk STAN, tapi terkendala biaya transportasi. Ya, hanya sekedar angan-angan jadinya. Ternyata sistem drop outnya itu ngeri juga ya. wah tidak kebayang ,pastinya ada yang keluar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya transportasi kemana bang ?

      Ya kalo di akademi yang saya jalani, ada saja yang tercecer tiap semester. Sedih juga kehilangan temang2

      Delete
  5. Mau saya share kan ke murid saya nih.. Sekolah kedinasan di tempat kami itu yang paling popular ya STAN atau IPDN. Padahal sekolah kedinasan STMKG ini juga cukup berpeluang ya
    Apalagi kelak juga memberi manfaat yang besar bagi masyarakat umum. Suka deh dengan blog ini. Komitmenmennya kepengetahuan tentang climate luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya STAN populer karena salarynya. IPDN populer karena kuota perkabuten dan bekerja kembali ke tempat asa;.

      STMKG butuh background MIPA, dan itu sedikit yang tertarik hehehe

      Delete
  6. Noted, buat ponakan2, membimbing dan mengarahkan nya supaya sekolah itu lebih terarah pada minat dan bakatnya, sekolah seperti ini bagus.

    ReplyDelete
  7. STMKG peluang kerja nya bagus belum banyak
    Semoga ditunjang dan ditambah oleh pemerintah tempat kerja nya

    ReplyDelete
  8. Enak ya, abis kuliah bisa langsung kerja, soalnya kedinasan

    ReplyDelete

Terima kasih