Badai Siklon Tropis yang Pernah Terjadi di Indonesia

Climate4life.info - Badai siklon tropis yang pernah terjadi di Indonesia. Secara teori sebenarnya siklon tropis tidak akan masuk ke kawasan ekuator seperti wilayah Indonesia. Hal ini karena adanya faktor gaya Coriolis.
Siklon tropis Lili, salah satu siklon yang pernah terjadi di Indonesia


Gaya Coriolis akan menyebabkan gerak angin siklon tropis di Belahan Bumi Utara (BBU) berbelok ke kanan, dan di Belahan Bumi Selatan (BBS) berbelok ke kiri. Gaya Coriolis secara matematis dirumuskan sebagai berikut : 
        Fc = 2Ω sin ⁡ϕ.v 
        Fc = f.v 

di mana : 
  • Fc = gaya Coriolis 
  • Ω = kecepatan sudut rotasi bumi (7,29 x 10-5 rad/det) ⁡
  • ϕ = lintang tempat 
  • v = kecepatan angin 
  • f = 2Ω sin ⁡ϕ, disebut parameter Coriolis. 

Karena merupakan fungsi dari sinus lintang, maka semakin mendekati ekuator (lintang = 0) gaya Coriolis akan semakin kecil. Gaya coriolis terbesar ada di kutub karena sinus lintang 90 derajat bernilai 1. 
Selengakapnya gaya Corriolis dapat dibaca pada: Gerak Atmosfer Dalam Arah Horizontal 


Pengertian Siklon Tropis

Siklon tropis merupakan badai dengan pusaran angin yang tumbuh dari sekitar lautan tropis. Kecepatan angin dari sebuah siklon tropis mencapai lebih dari 200 km/jam  pada sekitar pusat pusarannya. 

Panjang diameter sebuah Siklon Tropis dapat mencapai ratusan kilometer dengan kondisi cuaca yang terbentuk di dalam Siklon Tropis berupa angin kencang, hujan sangat deras dan disertai badai guntur. 

Taifun dan Hurricane adalah bentuk nama lain dari Siklon Tropis.  Ketiganya merupakan badai yang yang sama baik dari proses terbentuknya hingga perilaku pergerakannya seperti adanya angin yang sangat kencang, hujan sangat deras dan adanya badai guruh.  
Baca juga :

Pemicu utama terbentuknya sebuah siklon tropis adalah gradien tekanan yang signifikan pada area sekitar tumbuhnya dengan kawasan sekitarnya. Gradien tekanan ini terjadi karena perbedaan suhu laut yang sangat kontras antara pusat siklon dengan lautan sekitarnya.


Pemantauan Siklon Tropis

WMO membagi penanggung jawab utama pemantauan siklon tropis pada enam wilayah seperti yang terlihat pada peta berikut.
Pembagian tanggung jawab siklon tropis di dunia [1]

RSMC merupakan singkatan dari Regional Specialized Meteorological Centres. Adapun TCWC adalah  Tropical Cyclone Warning Centres.

BMKG mengelola TCWC - Jakarta yang secara operasional TCWC Jakarta tersebut berada satu wilayah RSMC dengan tiga TCWC lain milik Australia yaitu TCWC Perth, TCWC Darwin serta TCWC Brisbane.
Tentang BMKG: Lembaga Layanan Multisektor, Profil dan Sejarah BMKG 

TCWC Jakarta memiliki area tanggung jawab pada area 90 - 125º BT dan 0 - 10º LS. Setiap siklon tropis yang tumbuh pada area tersebut akan menjadi tanggung jawab TCWC Jakarta untuk memberi nama siklon tersebut.

Hal lainnya yang harus disediakan oleh TCWC Jakarta adalah menyediakan informasi mengenai lokasi, kekuatan hingga prediksi pergerakannya serta dampak cuaca yang akan ditimbulkan oleh siklon yang tumbuh dari wilayah Indonesia tersebut.



Siklon tropis di Indonesia

Berdasarkan klimatologisnya siklon tropis belum pernah melintasi ekuator.  Akan tetapi terdapat kejadian di mana siklon tropis tumbuh dan memberi dampak pada area yang dekat sekali dengan ekuator.

Sejak tahun 2003, setidaknya terdapat 30 siklon tropis yang tumbuh dekat wilayah Indonesia dan memengaruhi cuaca di Indonesia. Berikut daftar siklon tropis yang pernah tumbuh di bagian selatan perairan Indonesia.
Daftar siklon tropis yang tumbuh di sekitar wilayah Indonesia. Sumber: wikipedia

Dari ke-30 siklon tropis yang tumbuh dekat wilayah Indonesia, delapan siklon tropis yang kelahirannya dibidani oleh TCWC Jakarta, merujuk pada area tumbuhnya pertama kali.

Delapan siklon tropis di Indonesia yang dibidani oleh TCWC Jakarta yaitu:

1. Sikon tropis Durga; 20 - 24 April 2008

Merupakan siklon tropis paling bersejarah bagi BMKG, karena merupakan siklon tropis pertama yang tumbuh pada area yang menjadi tanggung jawab TCWC Jakarta. Siklon tropis Durga pada internasional dikenal dengan nama siklon tropis Rosie.

Arah lintasan siklon tropis Durga yang tumbuh di sekitar perairan Indonesia ini seperti pada gambar di bawah ini.
Arah lintasan siklon tropis Durga [2]

Fase hidup siklon tropis Durga pada 20 April - 24 April 2018 di Samudera Hindia. Tekanan udara terendah 984 mbar dengan kecepatan angin mencapai 95 Km/jam.  Siklon tropis Durga memengaruhi cuaca di sekitar Perairan Bengkulu, Banten, Lampung, Jawa Barat



2. Sikon tropis Anggrek;  30 Oktober - 4 November 2010


Siklon tropis Anggrek tumbuh di Samudera Hindia dengan tekanan udara terendah tercatat 995 mbar. Adapun kecepatan anginnya mencapai 75 Km/jam.
Arah lintasan siklon tropis Anggrek [2]

Siklon tropis Anggrek yang berada di wilayah Indonesia ini memengaruhi cuaca di Perairan Bengkulu, Sumatra Barat, Lampung.




3. Sikon tropis Bakung, 11 - 13 Desember 2014


Masa hidup siklon tropis Bakung cukup singkat, hanya sekitar 3 hari saja. Tekanan udara terendah yaitu 991 mbar dan kecepatan anginnya mencapai 95 Km/jam.

Arah lintasan siklon tropis Bakung [2]


Siklon Tropis Bakung menyebabkan adanya potensi gelombang laut setinggi 2-3 meter pada Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa.



4. Sikon tropis Cempaka, 27 November - 1 Desember 2017

Siklon tropis Cempaka merupakan salah satu siklon tropis yang membawa dampak tidak langsung berupa curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Yogyakarta dan selatan Jawa lainnya yang dekat dengan pusat siklon tropis Cempaka tersebut [4]. 

Arah lintasan siklon tropis Cempaka [BMKG]

Tekanan terendah yang tercatat pada sikon tropis Cempaka mencapai 998mbar dengan kecepatan angin  65 Km/jam. 




5. Sikon tropis Dahlia, 30 November – 2 Desember 2017

Kehadiran siklon Tropis Dahlia merupakan sejarah baru karena tumbuh pada saat siklon tropis Cempaka belum sepenuhnya punah. Kedua siklon tropis menjadi siklon kembar yang pernah terjadi di Indonesia.
Arah lintasan siklon tropis Dahlia [2]

Dengan tekanan terendah 985 mbar dan kecepatan angin mencapai 75 Km/jam, siklon tropis Dahlia memberi dampak berupa peningkatan hujan lebat pada wilayah pesisir barat Bengkulu dan Lampung, hingga Banten, dan Jawa Barat bagian selatan.


6. Sikon tropis Flamboyan, 28 April - 2 Mei 2018

Siklon tropis Flamboyan lahir di wilayah Samudera Hindia, tepatnya pada Barat Daya Sumatera sekitar 1.410 km barat daya Bengkulu [BMKG].


Arah lintasan siklon tropis Flamboyan [2]

Tekanan udara mencapai minimum 983 mbar dan kecepatan angin 110 Km/jam. BMKG menyebutkan Siklon tropis Flamboyan yang tumbuh di wilayah Indonesia ini menyebabkan peningkatan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, dan perairan Enggano. 

Gelombang laut dengan tinggi 2,5-4.0 meter terjadi di wilayah Perairan Selatan Jawa, Samudera Hindia Barat Lampung hingga Selatan Jawa.


7. Sikon tropis Kenanga, 15 - 18 Desember 2018

Sikon tropis Kenanga merupakan siklon tropis yang tumbuh di Indonesia dengan kecepatan angin yang mencapai skala dua dari Skala Saffir-Simpson, yaitu mencapai 185 km/jam.

Siklon tropis Kenang mulai terpantau sejak tanggal 12 Desember 2018 dan menjadi siklon tropis pada Sabtu, 15 Desember 2018 dengan jarak sekitar 1.400 km dari Bengkulu pada sebelah barat daya Sumatera. 
Arah lintasan siklon tropis Kenanga [2]

Dengan tekanan terendah  990 mbar dan kecepatan angin 185 km/jam, siklon tropis Kenanga bergerak  menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat daya.

Dampak tidak langsung dari siklon tropis ini berupa peningkatan kecepatan angin yang terjadi di sebagian wilayah pesisir barat pulau Sumatera.  BMKG juga menyebutkan potensi peningkatan ketinggian gelombang 2,5 - 4,0 meter yang terjadi di perairan Kep. Mentawai hingga Selat Sunda.



8. Sikon tropis Lili, 9 Mei 2019

BMKG pada tanggal 7  Mei 2019 menyebutkan bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau dalam dua hari sebelumnya. Posisi bibit siklon tropis Lili berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku, pada koordinat  di sekitar 6.9 °LS 128.5°BT. 
Baca selengkapnya : Siklon Tropis Lili Penyebab Cuaca Ekstrem Indonesia, Begini Proses Terjadinya

Siklon tropis Lili merupakan siklon tropis yang terjadi di Indonesia dengan masa hidup hanya 1 hari, meski bibitnya mulai tumbuh sejak 5 Mei 2019.
Arah lintasan siklon tropis Lili [2]

Siklon tropis Lili disebut memberi  dampak yang sangat merusak di wilayah  Kepulauan  Tanimbar berupa terjadinya hujan  lebat dan gelombang  laut di atas 7 meter serta kerusakan pada wilayah pesisir [5].


---0000---

Demikian beberapa badai berupa siklon tropis yang pernah terjadi di Indonesia. Referensi bersumber dari yang disebut di bawah ini dan juga diolah dari berbagai sumber berita online.
[2] https://www.wunderground.com

Post a Comment

10 Comments

  1. Nama nama sinonnya justru unik dan menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk Indonesia nama2 bunga, biar gak serem mas

      Delete
  2. Replies
    1. sama sama mas tira, tapi beri juga mas kesan atau setidak pesan mas,, ya untuk wawasan aja

      Delete
  3. jika saya renungi ya mas, kira-kira menurut mas apakah sama dengan saya jika kondisi cuaca di dunia saat ini sulit diprediksi, dan apakah itu tanda2 dari suatu gejala jika bumi ini sudah tidak seimbang lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bumi semakin tua, pastinya mulai ada gejolak berontak, mirip bini pertama yang ogah dimadu :)

      Delete
  4. aku suka banget nonton film fiksi apalagi kalau tentang disaster bang, badai atau banjir jadi ingat untuk selalu mawas diri bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang.. ada banyak tuh film yang berlatar ttg badai dan ancaman bencana

      Delete
  5. Masih ingat akhir tahun 2017, saat ada di DIY, badai angin sampai2 atap rumah ada yang terangkat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, iklon yang dekat Yogya itu yang dampaknya cukup parah

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.