Menganalisis Kualitas Udara Saat Adanya Virus Corona Menggunakan Surfer

Jendela Surfer: https://www.goldensoftware.com/products/surfer

Climate4life.info - NASA telah merilis citra satelit yang menunjukkan perbedaan kualitas udara  di Tiongkok sebelum adanya wabah virus corona (Covid19) dengan saat adanya wabah tersebut.

Menurut NASA terjadi peningkatan kualitas udara dibanding sebelum adanya virus corona. Hal ini ditandai dengan penurunan konsentrasi NO2 di atas wilayah Tiongkok tersebut.

Baca juga: Kaitan iklim dengan penyebaran virus corona

NO2 adalah gas polutan yang dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor, industri dan pembangkit listrik. Ini artinya terjadi penurunan aktivitas yang menghasilkan emisi polutan seperti NO2 selama adanya tindakan penanganan virus corona, berupa karantina wilayah.

Kondisi kualitas udara di Tiongkok sebelum dan sesudah penangan virus corona. Gambar: https://earthobservatory.nasa.gov/images/146362/airborne-nitrogen-dioxide-plummets-over-china


Kita tahu bersama virus corona yang tengah mewabah di seluruh dunia saat ini adalah SARS-CoV-2. Virus Corona jenis ini dapat menyebabkan penyakit COVID-19 dan merupakan jenis virus Corona ke-7 yang menginfeksi manusia.


Menganalisis kualitas udara menggunakan aplikasi Surfer

Aplikasi Surfer merupakan salah satu perangkat lunak yang biasa digunakan dalam pembuatan peta kontur serta pemodelan dalam tiga dimensi berdasarkan grid. 

Surfer akan melakukan plotting data tabular XYZ  yang tidak beraturan menjadi layar dengan titik-titik segi empat atau grid yang beraturan.

Contoh pemakaian Surfer: Menganalisis suhu tanah menggunakan aplikasi Surfer

Dengan tampilan data spasial ataupun tiga dimensi akan membantu kita menganalisis suatu hal atau data dengan menyesuaikan parameter interpolasi dan gridding, nilai kontinuitas spasial data dengan variograms. 

Dapat juga dengan  mengatur tingkat kesalahan dan terobosan, atau lakukan perhitungan grid seperti volume, transformasi, perataan, atau penyaringan.

Aplikasi Surfer relatif mudah digunakan karena tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. 

Dalam kaitan menganalisis kondisi kualitas udara saat sebelum adanya pembatasan aktivitas manusia dengan sesudahnya, yang berkenaan adanya virus corona kita akan membuat distribusi spasial data PM10.

PM10 adalah Particulate Matter dengan ukuran lebih dari 2,5 mikrometer dan kurang dari 10 mikrometer. Sumber Partikulat "kasar" PM10 antara lain "mold", spora, serbuk sari, dan debu dari jalanan beraspal ataupun tidak beraspal.
Tentang Polutan PM10: Mengenal Polusi Partikulat (Particulate Matter - PM) - Penyebab Menurunnya Kualitas Udara

Data yang akan kita gunakan adalah data PM10 perjam milik BMKG dari pengamatan di Kemayoran selama bulan Maret 2020. Kita tahu virus corona mulai terdeteksi di Indonesia pada awal Maret dan kemudian mulai ada pembatasan sosial (socail distancing) sejak 16 Maret.

Maka kita akan membandingkan perbedaan distribusi PM10  selama bulan Maret pada sebelum dan sesudah tanggal 16 Maret tersebut, untuk mengetahui ada tidak dampak pembatasan sosial karena virus corona terhadap peningkatan kualitas udara.


1. Penyiapan data kualitas udara

Pertama, susun data kualitas udara dalam hal ini PM10 tersebut seperti pada gambar di bawah ini. Bisa dalam bentuk excel ataupun txt.

Format data PM10 untuk digunakan dalam aplikasi Surfer


Yang akan kita gunakan pada aplikasi Surfer adalah data pada kolom D yang berisi tanggal, kolom E merupakan jam dan F adalah data PM10. Pastikan data pada ketiga kolom tersebut adalah dalam format "number".

Kemudian buka aplikasi Surfer. Tampilannya seperti ini.

Jendela utama aplikasi Surfer untuk menganalisis kualitas udara



2.  Membuat file Grid

Untuk menampilkan data yang telah kita buat sebagaimana pada format excel di atas, maka klik "grid" kemudian pilih "data" maka akan muncul jendela untuk mencari file. Arahkan pada file yang sudah kita persiapkan sebelumnya.

Mencari file yang berisi data PM10


Jika file sudah ditemukan dan diklik, maka akan tampil jendela untuk mengatur kolom data yang diinginkan. Maka dalam praktek ini, arahkan sebagai berikut.
  • X = kolom D yang berisi tanggal
  • Y = kolom E yang berisi jam
  • Z = kolom F yang berisi data PM10

Tampilannya seperti di bawah ini.

Pengaturan kolom data yang akan diproses oleh Surfer


Jika sudah sesuai kemudian klik OK. Maka aplikasi Surfer akan memproses data kualitas udara PM10 tersebut menjadi file grid. 

Pada kolom Output Grid File arahkan penyimpan file grid tersebut ditempat yang mudah kita ingat atau pada folder tertentu yang mudah kita akses. Jika sudah, klik Ok.



3. Mulai membuat tampilan kontur atau spasial kualitas udara

Untuk mulai membuat kontur suhu tanah, kembali ke menu utama, klik "map>new>contour map", maka akan terbuka jendela untuk mencari data grid. 

Arahkan pada file data grid yang sudah kita buat pada langkah kedua di atas. Tampilannya seperti ini.

Langkah membuka file grid untuk membuat kontur atau peta distribusi kualitas udara 


Jika file grid yang kita buat sebelumnya sudah diklik, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. 

Kontur dasar distribusi PM10 dalam 24 jam selama bulan Maret 2020


Pada halaman utama di atas adalah kontur kualitas udara PM10 dan pada panel kiri adalah properties peta kontur tersebut.

Untuk mempercantik peta di atas kita dapat mengubah properti pada panel kiri guna memudahkan kita menganalisis kondisi kualitas udara berkenaan penangaan virus corona di Indonesia.


4. Mengubah properti kontur distribusi PM10 

Mari kita customize kontur dasar dsitribusi kualits udara dari parameter PM10 di atas. Lakukan langkah sebagaimana pada gambar di bawah ini.

Mengatur skala peta pada Surfer



Klik pada Map, akan muncul propertiesnya, klik tab Scale. Lakukan pengaturan berikut :

  • Kosongkan kotak Proportional XY.  Ini dimaksudkan agar perubahan tinggi dan lebar akan dilakukan manual.
  • X Scale isi dengan 5.500 in
  • Y Scale isi dengan 6.000 in

Selanjutnya, untuk memberi gradasi warna pada peta kontur tersebut, maka lakukan pengaturan seperti pada gambar di bawah ini.

Mengatur warna kontur peta pada Surfer


Klik Contours, klik tab Level, lalu isikan 0 untuk minimum dan 600 untuk maksimum. Jangan lupa untuk mengaktifkan kotak Fill counturs dan Color scale.

Untuk mengatur properti sumbu X yang merupakan tanggal dan sumbu Y yang merupakan jam, maka
kembali ke Map lalu:

  • klik Bottom Axis untuk mengatur properties dari aksis peta kontur kita, yang menggambarkan tanggal. 
  • klik Left Axis untuk mengatur properties yang menggambarkan jam pengamatan.

Seperti pada gambar berikut.

Mengatur skala "botom axis" yang merupakan tanggal pengamatan


Selanjutnya kita dapat menambahkan judul gambar, nama aksis tanggal dan jam dengan mengklik ikon "A" pada deretan menu Surfer di bagian atas.

Jika sudah, maka hasil kerja pada aplikasi surfer di atas dapat kita ekspor menjadi file image dengan berbagai ekstensi seperti png, jpeg dan gis. Sebagai contoh hasilnya sebagai berikut.

Hasil akhir peta distribusi kualitas udara - PM10 



Analisis Kondisi Kulitas Udara Saat Pemberlakuan Pembatasan Sosial

Pemerintah sejak 16 Maret 2020 telah memberi himbauan tentang social distancing atau pembatasan sosial guna meredam laju penyebaran virus corona. Himbauan tersebut dengan menyerukan untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Pembatasan juga diberlakukan untuk aktivitas kegiatan pegawai dan pekerja dengan menyerukan untuk bekerja dari rumah atau work from home.

Adanya pembatasan ini tentunya akan mengurangi aktivitas transportasi yang tentunya mengurangi emisi kendaraan bermotor. Pada akhir kualitas udara akan meningkat.

Berdasarkan gambar hasil akhir menggunakan aplikasi Surfer di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Pada pagi hari belum terlihat adanya peningkatan kualitas udara. Artinya aktivitas yang menghasilkan polutan belum banyak berkurang.
  • Perbaikan kualitas udara terlihat pada sore hingga malam hari. Hal ini berarti social distancing telah diterapkan oleh masyarakat dengan tidak lagi beraktivitas keluar rumah pada jam tersebut.

Berdasarkan hal tersebut nampaknya secara umum masih banyak yang melakukan aktivitas pada pagi hari yang mungkin karena memang harus mencari nafkah.

Post a Comment

26 Comments

  1. Waww ide yng Mantaps banget..untuk mengukur aktifitas manusia dengan qualitas udara. Data ini bener bener g bisa bohong ya.
    Semua daerah bisa menggunakan ide ini atau pusat bisa mengontrol daerah manggunakan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang jaringan datanya masih belum banyak mang

      Delete
  2. Salah dua manfaat dari virus Corona adalah polusi udara jadi berkurang sehingga otomatis udara bersih lebih banyak. Bukan cuma di China saja, tapi juga di Amerika serikat dan Eropa karena banyak orang di rumah aja.

    Aplikasi surfer kompleks juga ya bang, sayangnya saya ngeblog pakai hape bukan PC, lagipula jika ada PC juga belum tentu install aplikasinya sih.��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ada sisi positif atas kejadian negatif

      Delete
  3. tidak bissa praktek tanpa tahu tempat downlaod data PM 10 ,di bmkg hanya gambar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan mengajukan ke https://www.bmkg.go.id/pengumuman/?p=pelayanan-ptsp-bmkg-secara-online&tag=pengumuman&lang=ID

      Delete
    2. @bang Day: saat melakukan permohonan layanan di PTSP, milih yg mana untuk data pm10 per jam per hari? saya bingung karena ada 3 pilihan pm10

      Delete
  4. Aplikasi yang keren nih.
    Ada manfaatnya juga ya social distancing. Bumi nyuruh kita istirahat.mengurangi terburu buru. Langit jadi bisa bebersih.

    Kalau pagi memang kita , emak emak, masih kadang keluar keluar bang day. Cari bahan lauk untuk logistik seharian.
    Waduuh, anak anak full di rumah. Apaa aja dimakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba, bumi sedang menyeimbangkan dirinya atas ulah manusia. Ya mau tidak mau karena sistem kita belum siap kita terpaksa masih harus keluar rumah ut membeli keperluan bertahan hidup

      Delete
  5. yah namanya ciptaan tuhan. pasti ada baik ada buruknya, tapi ini aplikasinya berarti pakai plot kyk GIS gitu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ploting tapi tidak berbasis peta bumi. Namun bisa diproyeksikan ke atas koordinat di pemukaan bumi

      Delete
  6. keren banget aplikasi ini bisa mengetahui kualitas udara suatu tempat ya bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus ada datanya dulu bang, baru bisa diolah

      Delete
  7. Itu berarti partikel PM10 malah semakin tinggi, ya? Perlu dicari tahu tuh. Partikel apa? Kalau dari emisi kendaraan, dan jumlah pengguna kendaraan pribadi tidak berkurang, kayaknya harusnya sama saja dengan sebelumnya dong, ya. Menarik untuk dicari tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya 3 minggu pertama belum ada pengurangan yang signifikan karena yang WFH baru kantor2 pemerintah dan jumlahnya sedikit dibanding jumlah pekerja lain yang masuk ke Jakarta

      Delete
  8. dengan semakin berkurangnya penyebaran polusi udara menjadikan kualitas udara lebih sehat

    ReplyDelete
  9. Mas apa saja bisa minta data pm10 bulan Maret dan april? Sy ingin coba2 juga...terima kasih bnyak..email: rustan.rustan@unja.ac.id

    ReplyDelete
  10. Kalau ikut langkah-langkahnya, sepertinya mudah karena ada tutorialnya. Tapi kalau cara bacanya sekaligus dampaknya, masih bingung2 mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya harus dianalisis bersama ahli polusi mas hehe

      Delete
  11. wah betul bang, mereka mencari nafkah dulu sedapetnya utk keperluan bertahan hidup selama lockdown.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, pekerja2 harian tentunya tetap harus mencari nafkah kecuali jaminan sosial pemerintah sudah terdistribusi

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.