Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan, begini prosesnya

Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan, begini prosesnya
Climate4life.info - Modifikasi cuaca merupakan kegiatan manusia guna memengaruhi pola cuaca agar sesuai kebutuhan manusia [1]. 

Sejak zaman purba hingga zaman modern seperti sekarang ini, sebenarnya telah berbagai metode diuji coba manusia untuk mendapatkan kondisi cuaca dan iklim yang diinginkan [2].

Di Indonesia dulunya teknologi modifikasi cuaca lebih kepada kegiatan untuk menurunkan hujan buatan. Karenanya teknologi modifikasi cuaca ini lebih dikenal sebagai teknologi hujan buatan.


Tujuan Modifikasi Cuaca

Kegiatan hujan buatan di Indonesia dilakukan guna mengatasi kekeringan dengan menurunkan hujan pada waduk atau bendungan untuk menambah cadangan air.

Hujan buatan juga kemudian dimanfaatkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin sering terjadi.

Artikel terkait:

  • Link akses resmi informasi hotspot dan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan
  • Musim kemarau tiba, pahami klasifikasi kekeringan akibat kemarau

  • Adanya hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca jika berhasil akan bermanfaat memperbaiki tingkat kualitas udara karena hujan akan membersihkan polutan yang ada di atmosfer. 

    Pada daerah yang terdampak karhutla maka adanya hujan akan mengatasi asap yang diproduksi oleh kebakaran hutan. Selain itu hujan buatan diarahkan pada wilayah pertanian yang terancam kekurangan air karena musim kemarau.

    Menurut WMO [3], teknologi modifikasi cuaca dapat meliputi kegiatan mempercepat hilangnya kabut, meningkatkan curah hujan atau juga salju serta menekan potensi terjadinya hujan es. Meski tantangannya cukup besar karena sistem cuaca yang sangat kompleks.

    Kemajuan teknologi saat ini telah cukup baik untuk memprediksi cuaca ekstrem seperti seperti hujan lebat yang dapat memicu banjir. Kemudian angin kencang dari badai tornado yang dapat menghancurkan apa saja yang dilewati ini.

    Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengendalikan cuaca ekstrem tersebut agar tidak memberikan dampak buruk bagi manusia [4]. Di sinilah kemudian teknologi hujan buatan dimanfaatkan.

    Baca juga: Cuaca ekstrem yang telah mengubah sejarah dunia

    Teknologi modifikasi cuaca pertama kali dilakukan pada tahun 1940, berupa uji coba penyemaian awan [1]. Percobaan ini selanjutnya juga dikabarkan digunakan militer AS pada era perang vietnam guna menghambat pasukan lawan [5].

    Teknik umum yang digunakan adalah penyemaian awan dengan penambahan inti kondensasi agar proses hujan dapat dipercepat.

    Dalam perkembangan selanjutnya proses ini dapat dibalik sehingga meski uap air di atmosfer cukup banyak namun dihambat agar tidak berkembang menjadi awan hujan.

    Kita tahu, di atmosfer sebuah awan dapat terbentuk melalui proses kondensasi dari uap air yang ada. Untuk dapat berkondensasi diperlukan adanya inti kondensasi yang dapat berupa butiran garam atau juga partikel pada seperti debu.

    Baca juga: Proses fisis pembentukan awan dan hujan 

    Nah dalam teknologi modifikasi cuaca, inti kondensasi inilah yang ditaburkan di udara.  Jika tujuannya untuk mengurangi hujan di suatu tempat maka teknologi hujan buatan dilakukan dengan mencegat awan yang menuju satu lokasi agar jatuh di tempat lain.

    Teknologi modifikasi cuaca dengan "memaksa" awan segera menjadi hujan agar hujan tersebut jatuh sebelum sampai di satu tempat adalah pada saat pelaksaan olimpiade Beijing. Disebutkan hujan berhasil turun sebelum mencapai pusat kota sehingga saat olimpiade cuaca selalu cerah [4].



    Prinsip dasar Teknologi Modifikasi Cuaca

    Hal pertama yang dilakukan untuk menurunkan hujan buatan dalam teknologi modifikasi cuaca adalah menemukan awan-awan yang potensial. Umumnya adalah awan dari jenis cumulus. Baca: bentuk-bentuk awan.

    Selanjutnya partikel garam ditaburkan ke awan tersebut. Metode penaburan garam dapat melalui pesawat terbang, dapat juga dengan alat yang dapat menembakkan garam dari tanah ke udara [5], sebagaimana pada gambar berikut.

    Proses penyemaian awan dalam teknologi modifikasi cuaca. Gambar: https://snowbrains.com/cloud-seeding-make-difference/

    Perak iodida pada gambar di atas adalah zat yang digunakan untuk membentuk es dalam awan. Adanya es dalam awan jika turun ke bawah awan hingga di bawah lapisan freezing level diharapkan akan mencair hingga menambah berat butiran air yang dapat turun menjadi hujan

    Selanjutnya juga pesawat akan menaburkan CaCl₂ yang berguna untuk menambah volume awan dan menambahkan NaCl agar awan menjadi lebih padat.

    Penambahan CO₂ pada awan berguna untuk menurunkan suhu dalam awan. Proses ini dimaksudkan agar uap air segera mengembun menjadi butiran air. Proses ini juga diperkuat dengan penambahan urea ke dalam awan.

    Kegiatan di atas secara umum adalah guna mempercepat proses uap air mengembun menjadi butiran awan lalu membesar menjadi butiran air. Jika butiran tersebut membesar mengalahkan gaya gravitasi maka ia akan dapat turun sebagai hujan atau salju ke permukaan bumi.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam teknologi modifikasi cuaca antara lain.
    • Kecepatan angin, jika angin terlalu kencang maka awan justru menghilang
    • Arah angin, guna menentukan daerah yang mendapat hujan buatan
    • Suhu dan kelembapan udara

    Tantangan Modifikasi Cuaca

    Pola cuaca merupakan sistem yang kompleks yang terdiri dari banyak faktor. Dimulai dari rumitnya mikrofisika awan hingga faktor makro tentang awan [6].

    Pada skala yang lebih luas seperti sirkulasi atmosfer juga mempunya kontribusi pada pola cuaca.
    Baca: Gerak atmosfer dalam arah horizontal

    Menurut Ensiklopedi Britanica [7] teknologi modifikasi telah dapat meningkatkan curah hujan.

    Namun pada kasus lainnya tidak berpengaruh apa-apa. Kondisi meteorologi dianggap berperan penting terhadap keberhasilan hujan buatan dan ini belum juga dapat dikontrol.

    Hal ini juga cukup sering terjadi pada kegiatan modifikasi di negara kita. Jika kita melakukan pencarian berita tentang modifikasi cuaca kita akan mendapat banyak berita tentang hambatan dalam modifikasi cuaca yang berujung pada kegagalan.

    Hujan buatan dan tingkat keberhasilannya

    Berbagai faktor menjadikan kegagalan teknologi hujan buatan pada berita di atas sepertinya keberadaan awan potensial yang minim dan juga tingkat kelembapan di atmosfer yang masih rendah.


    Referensi:
    1. https://science.jrank.org : Weather Modification
    2. Weather and Climate Modification, Nationa Science Foundation - NSF 66-3
    3. WMO: Seeding Change in Weather Modification Globally
    4. https://www.businessinsider.com : Here's how we'll control the weather in 100 years
    5. https://www.sciencenewsforstudents.org : Is weather control a dream or nightmare?
    6. K.E. Haman: Physical Problems Of Weather Modification
    7. https://www.britannica.com : Weather Modification

    Post a Comment

    35 Comments

    1. makasih sharingnya bermanfaat baut nambah wawasan

      ReplyDelete
    2. Walopun detilnya memang rumit, tapi setidaknya jd tau garis besar hujan buatan ato modifikasi cuaca itu seperti apa. Salut Ama Orang2 pintar yg bisa menemukan cara ini :D. Seandainya otakku bisa lebih gampang menyerap pelajaran fisika, kimia yaak :p.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Lha kalo semua jago fisika terus siapa jadi dokter, psikolog, ahli ekonomi dll :)

        Delete
    3. Buat antisipasi kalau kemarau panjang ya ini...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sekarang juga antisipasi potensi hujan lebat mas Adi

        Delete
    4. setau saya juga ini utk pembuatan hujan buatan sangat bsar biayanya... kalau sampai gagal ya rugi ya :(

      ReplyDelete
      Replies
      1. Betul bang, jadi perhitungannya harus benar2 teliti

        Delete
    5. Ternyata gak semudah film dan animasi. Tapi kalau berhasil, mungkin masyarakat bisa memodifikasinya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Selain rumit biayanya juga gede dengan peluang keberhasilan belum terlalu besar. Tentunya masyakarakat biasa masih sulit melakukan sendiri

        Delete
    6. wah ternyata ribet nih bang Day kirain ambil air disiramkan dari atas seperti itu saja ternyata banyak langkah dan harus teliti sekali

      ReplyDelete
    7. Seharusnya hujan buatan dibuat tuh di Australia, kan lagi ada kebakaran hutan yang parah disana ya bang day.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalo gak ada awan tetap gak bisa mas

        Delete
      2. Iya sih, berarti suruh awan kinton punya songoku aja kali ya kesana biar ada awan dan turun hujan.:v

        Delete
    8. ada seperkara yang saya tidak suka tentnag hujan buatan. cuaca akan bertambah panas selepas hujan turun ;-)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah gitu yah Cik... saya juga belum ngerasain kena hujan buatan

        Delete
    9. begitu canggihnya ya bang, manusia sudah bisa membuat hujan buatan.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Teknologi lama sih cmn baru viral baru2 ini aja

        Delete
    10. Wah ternyata untuk membuat hujan buatan, modalnya cukup lumayan juga ya...

      Sharingnya bermanfaat banget mas, thanks

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya mas, udah modalnya gede, probabilitas keberhasilannya masih belum maksimal juga

        Delete
    11. ternyata banyak gagalnya juga ya...itu sebabnya dikatakan "mahal"

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ya karena emg juga operasional dengan pesawat masih tergolong berbiaya tinggi mas

        Delete
    12. Dulu yang awalnya menurunkan dan mencegah hujan pakai pawang hujan ternyata sudah beralih menjadi alat teknologi. Jadi, kasihan sama para pawang hujan, hehehe.
      Informasinya mudah dipahami, saya jadi paham kenapa turunnya hujan bisa direncanakan.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bisik2 sih kalo pawang hujan tetap juga di pake pejabat klo ada event tertentu ;)

        Delete
    13. Ternyata modifikasi cuaca atau hujan buatan pernah digunakan dalam militer
      Kalau bagi saya, soal gagal yang lumrah, yang namanya teknologi.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ya mas, diharapkan dengan hujan gerak musuh jadi lebih lambat

        Delete

    14. Oohh begitu toh tekniknya. Akan tetapi bila ada awan tetap tidak bisa sepenuhnya hujan yaa bang.

      Apa mungkin pawang hujan belajar dari teory ini juga bang.😄😄

      ReplyDelete
    15. Jadi, sebenarnya di Kalimantan kemarin sudah dicoba melakukan metode ini cuma apa ga berhasil sehingga kebakaran hutan terjadi di mana-mana?

      Modifikasi cuaca ini dilakukan juga ga sih sama pawang hujan pas hajatan? Hehehe, stupid question , ya? Hehehhe

      ReplyDelete
    16. Hujan buatan ternyata juga bisa gagal dibikinnya ya, berarti semacam masalah di Aussie itu juga bisa begitu? Ditambah iklim kering dan angin yang besar jadi kebakaran lahannya susah ditangani

      ReplyDelete
    17. Oh, jadi yang katanya hujan di Jakarta dipindah ke mana gitu, ternyata emang bisa ya.
      Dulu sering dengar hujan buatan untuk mengatasi kebakaran hutan. Ternyata begini alurnya.

      ReplyDelete
    18. bang, nanti request tentang fenomena alam yang ikan paus di timur tengah dong. ada kaitan ny ga ya dengan bencana alam? hehe

      ReplyDelete
    19. Jadi, membuat hujan masih membutuhkan awan yang mumpuni ya? Well, aku baru tahu kalau modifikasi cuaca sudah ada sejak tahun 1940. Walaah... ternyata orang-orang dari zaman dulu memang udah keren-keren ya. Aku tahunya ya yang terkenal-terkenal aja sih.

      Tapi, bagaimanapun, alangkah baiknya kita saling membantu merawat bumi, sebaik-baiknya modifikasi, lebih baik yang alami kan Kak?

      ReplyDelete
    20. oh, jadi garam yang dipakai cacl2 dan NaCl yaaa...
      kira-kira butuh berapa banyak garam bang day hingga bisa turun hujan? apalagi untuk memenuhi kebutuhan di daerah pertanian yg udh lama gak kena hujan..

      btw, aku pernah praktek hujan buatan di bbpt, ajaib yaa langsung turun hujan setelah tabur garam. meski gak lama sih hanya beberapa detik aja hujannya. hehe

      ReplyDelete

    Terima kasih atas komentarnya. Mohon tidak meletakkan link hidup yah.